Longsor di Bandung Barat Hentikan Perjalanan KA Ciremai Semarang-Bandung
Perjalanan KA Ciremai rute Semarang-Bandung terhenti sementara akibat longsor di Bandung Barat akibat hujan lebat, Rabu (1/4/2026). KAI mengucapkan maaf dan segera menanggapi insiden dengan tim tanggap darurat.

Konteks Insiden dan Lokasi
Perjalanan KA 174 Ciremai yang melayani rute Semarang Tawang-Bandung terpaksa berhenti total di tengah lintasan pada Rabu, 1 April 2026. Insiden terjadi di petak jalan Maswati-Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, tepatnya pada titik KM 142+8/9. Laporan mengenai longsor diterima oleh Pusdalopka Daop 2 Bandung pukul 14.53 WIB, saat kru KA Ciremai langsung menginformasikan gangguan jalur yang menghalangi perjalanan kereta. Menurut prosedur operasional standar, kru kereta segera menghentikan perjalanan untuk menghindari risiko bahaya bagi penumpang dan kru kereta.
Penyebab dan Dampak Insiden
Longsor yang menutupi seluruh jalur rel ini dipicu oleh curah hujan lebat yang terus menerus turun di wilayah Bandung Barat selama beberapa jam sebelumnya. Wilayah ini termasuk dalam zona pegunungan yang rentan terhadap longsor saat musim hujan, sehingga insiden semacam ini bukan hal yang jarang terjadi pada periode tertentu setiap tahun. Dalam keterangan resminya, KAI menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa ini. Semua penumpang KA Ciremai berada dalam kondisi aman saat kereta berhenti di lokasi terdampak, tanpa adanya gangguan kesehatan atau ketidaknyamanan serius selama penundaan perjalanan.
Tanggapan Resmi dan Langkah Penanganan
Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima laporan longsor. Ia menegaskan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas tertinggi dalam setiap situasi operasional kereta api.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pelanggan KA Ciremai akibat gangguan perjalanan ini. Seluruh tim tanggap darurat telah bergerak untuk menanganinya secepat mungkin," ujar Kuswardojo melalui siaran pers resmi.
Berbagai langkah telah diambil oleh tim KAI untuk menangani insiden ini, antara lain:
- Melakukan koordinasi intensif dengan petugas lapangan untuk memastikan situasi terkendali dan tidak ada risiko tambahan
- Menyiapkan upaya evakuasi jika diperlukan, meskipun pada tahap awal tidak ada kebutuhan untuk evakuasi penumpang
- Melakukan pembersihan material longsoran dari jalur rel untuk membuka kembali lintasan secepat mungkin
- Memberikan informasi terbaru kepada penumpang mengenai perubahan jadwal perjalanan dan alternatif transportasi jika tersedia
Kuswardojo juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi cuaca dan jalur rel di seluruh wilayah Daop 2 Bandung untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Pembersihan jalur rel akan dilakukan secara terus menerus hingga lintasan benar-benar aman untuk dilalui oleh kereta api. Foto: Dokumentasi KAI Daop 2 Bandung via ANTARA