Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Legislator Jabar sebut SLB di Kuningan perlu dukungan penuh dari pemda

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Anggota Komisi V DPRD Jabar Encep Sugiana mengungkapkan SLBN Taruna Mandiri Kuningan yang memiliki prestasi nasional masih membutuhkan dukungan pemprov untuk tenaga guru khusus, sarana praktik, dan kepastian status lahan.

Legislator Jabar sebut SLB di Kuningan perlu dukungan penuh dari pemda

SLBN Taruna Mandiri Kuningan: Prestasi Nasional Berbanding Terbalik dengan Kekurangan Dukungan Pemerintah

SLBN Taruna Mandiri di Kuningan, Jawa Barat telah menjadi contoh sekolah luar biasa yang mencatat prestasi di tingkat nasional, mulai dari bidang olahraga difabel hingga seni. Namun, di balik kesuksesan tersebut, sekolah ini masih menghadapi beberapa tantangan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi Jawa Barat.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Encep Sugiana, mengungkapkan hal ini dalam keterangan yang diterima di Cirebon pada Jumat. Menurutnya, meskipun SLBN Taruna Mandiri sudah sangat representatif dan layak menjadi percontohan SLB di Jabar, masih ada beberapa aspek yang perlu didukung oleh pemerintah daerah.

"Sekolah ini sebenarnya sudah sangat representatif dan layak menjadi percontohan SLB di Jabar," ujar Encep.

Kekurangan Tenaga Guru Khusus sebagai Tantangan Utama

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sekolah ini adalah keterbatasan jumlah tenaga guru pendidikan khusus. Kondisi ini semakin menjadi masalah seiring dengan tingginya jumlah siswa yang terdaftar dan beragamnya program keahlian yang dikembangkan. Saat ini, SLBN Taruna Mandiri menampung sekitar 269 siswa dengan 13 program keahlian yang mencakup pendidikan akademik dan vokasi.

Program vokasi yang ditawarkan antara lain:

Encep menekankan, kekurangan guru khusus ini dapat menghambat proses pembelajaran dan pengembangan potensi siswa. "Prestasinya banyak dan pengelolaannya profesional, tetapi kebutuhan tenaga pengajar khusus masih sangat kurang," katanya.

Sarana Praktik dan Kesejahteraan Guru yang Perlu Diperbaiki

Selain kekurangan tenaga guru, sarana prasarana praktik untuk beberapa program keahlian juga masih perlu ditingkatkan. Encep menjelaskan, peralatan praktik yang kurang memadai dapat membuat proses pembelajaran tidak optimal, terutama untuk program vokasi yang membutuhkan latihan langsung.

Selain itu, kesejahteraan guru juga menjadi perhatian. Encep menyebutkan bahwa guru PPPK dan PPPK paruh waktu di sekolah ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi Jawa Barat. Dukungan ini dapat berupa peningkatan gaji, fasilitas, atau pelatihan yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

Kepastian Status Lahan untuk Keberlanjutan Sekolah

Masalah lain yang perlu segera diselesaikan adalah kepastian status lahan sekolah. Saat ini, lahan SLBN Taruna Mandiri masih berstatus milik desa dan digunakan melalui sistem sewa. Hal ini menjadi hambatan untuk pengembangan fasilitas pendidikan di masa depan.

"Keberlanjutan sekolah ke depan, perlu didukung dengan kepastian status lahan," ujar Encep. Tanpa kepastian ini, sekolah akan kesulitan untuk melakukan perbaikan atau penambahan fasilitas yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terus bertambah.

Upaya Komisi V DPRD Jabar untuk Menyelesaikan Masalah

Komisi V DPRD Jabar telah melakukan kunjungan langsung ke SLBN Taruna Mandiri pada Rabu (21/1) untuk melihat kondisi secara langsung. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemerintah provinsi Jawa Barat dalam memperkuat layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.

Encep berharap, dengan rekomendasi dari Komisi V, pemerintah provinsi dapat segera mengambil tindakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah ini. Dukungan yang diberikan tidak hanya akan membantu SLBN Taruna Mandiri tetapi juga dapat menjadi contoh untuk sekolah luar biasa lain di Jawa Barat.

Penutup: Harapan untuk Dukungan yang Berkelanjutan

SLBN Taruna Mandiri Kuningan telah membuktikan bahwa siswa berkebutuhan khusus dapat mencapai prestasi tinggi jika diberikan dukungan yang tepat. Namun, tanpa dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah, potensi sekolah ini tidak dapat dimaksimalkan sepenuhnya.

Dengan memenuhi kebutuhan tenaga guru khusus, sarana praktik, kesejahteraan guru, dan kepastian status lahan, SLBN Taruna Mandiri dapat terus menjadi percontohan sekolah luar biasa yang berhasil di Jawa Barat. Hal ini juga akan memberikan harapan bagi siswa berkebutuhan khusus lainnya untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan kesempatan yang sama di dunia kerja.