Lebaran 2026: Ratusan Warga Cirebon Padati TPU Usai Shalat Id Nyekar
Ratusan warga Kota Cirebon, Jawa Barat, melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur usai Shalat Idul Fitri 2026 di berbagai TPU setempat.

Kota Cirebon, Jawa Barat—Momen Lebaran 2026 usai Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah tidak hanya diisi dengan silaturahim dan makan bersama, tetapi juga tradisi nyekar atau ziarah kubur yang menjadi bagian integral budaya lokal. Ratusan warga menghabiskan waktu setelah shalat Id untuk menghadiri berbagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, menjalankan ritual untuk menghormati leluhur dan meneguhkan nilai bakti kepada keluarga yang telah berpulang.
Detail Kegiatan Nyekar di TPU Pronggol
Di TPU Pronggol, Kelurahan Pegambiran, suasana sepi yang biasanya mengelilingi area pemakaman berubah menjadi ramai sejak pagi hari. Salah satu peziarah, Novi (22), mengatakan bahwa ia dan keluarganya datang ke TPU tersebut dengan membawa perlengkapan sederhana seperti bunga tabur dan air untuk membersihkan makam keluarga.
"Kami sekeluarga setiap tahun pasti nyekar setelah shalat Id. Ini bentuk bakti dan doa kami untuk orang tua yang telah berpulang," kata Novi sambil menaburkan bunga di atas makam.
Aktivitas yang dilakukan selama nyekar meliputi:
- Membersihkan area sekitar makam dari sampah dan rerumputan
- Menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan
- Memanjatkan doa secara khusyuk untuk keluarga yang telah meninggal
Pandangan dari Peziarah Lain
Edi (63), peziarah lain, mengatakan bahwa ia rutin mengajak anak dan cucunya untuk berziarah ke makam keluarga. Kali ini, ia dan rombongan melakukan doa bersama untuk mengenang anggota keluarga yang wafat pada akhir 2024.
"Saya mengajak anak-anak agar mengetahui leluhur mereka sekaligus sebagai pengingat bahwa kehidupan ini bersifat sementara," ujar Edi.
Nilai Spiritual Tradisi Nyekar
Tokoh agama setempat, Ato, menjelaskan bahwa tradisi nyekar memiliki nilai spiritual yang kuat bagi umat Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Ia menambahkan bahwa tidak sedikit warga perantau yang pulang kampung memanfaatkan momentum Lebaran untuk berziarah ke makam keluarga.
"Selain mendoakan yang telah meninggal, ini juga menjadi pengingat agar kita selalu berbuat baik," kata Ato.
Menurutnya, tradisi nyekar ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan seiring dengan masih banyaknya warga yang mudik kembali ke Kota Cirebon.
Pesan dari Pemerintah Kota Cirebon
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan selama momentum Lebaran. Ia menekankan pentingnya mempererat silaturahim serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Banyak perantau yang kembali ke Cirebon, dan menyampaikan kota ini sudah banyak berubah," tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa perayaan Lebaran tahun ini menjadi momen untuk merayakan perubahan positif yang terjadi di Kota Cirebon sambil tetap memegang teguh tradisi lokal.