Lapas Narkotika Cirebon Godok Pendirian PKBM untuk Bekali Warga Binaan Menuju Reintegrasi
Lapas Narkotika Cirebon verifikasi pendirian PKBM Sahabat Bina Elnabon untuk pendidikan warga binaanan. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dukung program reintegrasi sosial.

Verifikasi Kesiapan Fasilitas Pendidikan di Lapas Narkotika Cirebon
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon, Jawa Barat, tengah melakukan verifikasi terhadap pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sahabat Bina Elnabon. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan program pembinaan warga binaanan melalui layanan pendidikan nonformal.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny, menyatakan bahwa verifikasi bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan kelengkapan administrasi sebagai syarat utama pendirian PKBM.
Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar
"Tim verifikasi melakukan peninjauan terhadap sarana dan prasarana PKBM Sahabat Bina Elnabon yang akan digunakan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar," jelas Machda.
Peran Strategis PKBM dalam Pembinaan Warga Binaan
Keberadaan PKBM di lingkungan lapas menjadi komponen vital dalam sistem pembinaan. Melalui fasilitas ini, warga binaanan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan kesetaraan selama menjalani masa pidana.
Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji
Pendidikan merupakan bekal fundamental yang akan membantu warga binaanan memiliki kemampuan dan kepercayaan diri saat kembali ke lingkungan masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya sebatas pemenuhan administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masa depan warga binaanan.
Dalam proses verifikasi tersebut, tim meninjau ruang belajar beserta fasilitas pendukung yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Tim juga memeriksa berbagai dokumen administrasi guna memastikan seluruh persyaratan pendirian PKBM telah dipenuhi.
Kolaborasi Lintas Instansi dalam Pendirian PKBM
Kegiatan verifikasi ini melibatkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon beserta unsur pendidikan nonformal. Kolaborasi antar instansi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program pendidikan di balik jeruji.
Machda berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai ketentuan sehingga PKBM segera memperoleh izin operasional. Fasilitas ini diyakini dapat mendukung peningkatan kualitas pembinaan, khususnya di bidang pendidikan.
Dampak Positif bagi Reintegrasi Sosial Warga Binaan
Program PKBM memberikan kesempatan lebih luas bagi warga binaanan untuk memperoleh layanan pendidikan nonformal. Hal ini menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial.
Selain memperoleh pendidikan kesetaraan, warga binaanan juga diharapkan memiliki bekal lebih baik untuk melanjutkan kehidupan setelah menyelesaikan masa hukuman. Dengan demikian, mereka dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan berdaya.
Pendirian PKBM di Lapas Narkotika Cirebon menjadi bukti nyata bahwa proses rehabilitasi dan pendidikan bagi warga binaanan terus dilakukan secara sistematis. Program ini diharapkan dapat menekan angka residivis dan menciptakan perubahan positif bagi individu yang sedang menjalani masa pidana.