Kronologi Lengkap Pemuda Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Saat Berenang 100 Meter
Pemuda Subang (21) tenggelam saat berenang 100 meter di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. SAR Basarnas Bandung menemukan korban.

Tragis! Pemuda Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Saat Menyeberang ke Keramba
Seekor gabus yang awalnya menjadi alat bantu apung justru menjadi awal dari tragedi yang menewaskan seorang pemuda berusia 21 tahun di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Identitas Korban dan Kronologi Kejadian
Korban diketahui bernama Riyanto (21), seorang warga Kampung Karangmulya, Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Insiden naas tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Baca Juga: Kabel Internet Terputus di Jalan Kopo Lukai Pelajar, Pemangkasan Pohon Jadi Langkah Mitigasi
Berdasarkan keterangan resmi dari Kasi Horasbtgmas Polkhooro Purwakarta, Iptu Tini Yutini, kejadian bermula saat korban berniat menyeberang dari satu keramba ke keramba lainnya di Waduk Jatukmg Jatiluhur.
"Korban ingin menemui rekannya, Muhammad Rizki, yang berada di keramba berbeda. Korban memutuskan untuk berenang menuju keramba milik Ko Asuy yang berjarak kurang lebih 100 meter dari keramba asal," jelas Tini.
Detik-Detik Sebelum Tenggelam
Awalnya, korban berenang menggunakan potongan gabus sebagai alat bantu mengapung. Strategi sederhana yang umum digunakan warga sekitar untuk menyeberangi perairan.
Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Jawa Barat 195 Kali pada Agustus 2026, Paling Kuat 5,3 Magnitudo di Pangandaran
Namun, di tengah perjalanan, keputusan fatal diambil. Korban melepaskan gabus tersebut dan melanjutkan berenang tanpa alat bantu sama sekali.
"Tak lama kemudian korban berteriak meminta tolong. Saksi yang semula mengira korban hanya bergurau akhirnya panik dan langsung berenang memberikan pertolongan," lanjut Tini.
Bencana terjadi begitu cepat. Saat saksi tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat di permukaan air dan dilaporkan tenggelam.
Operasi SAR Digelar, Pencarian Masih Berlanjut
Menanggapi laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung segera menerjunkan tim ke lokasi kejadian. Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan kesiapan penuh untuk menangani situasi ini.
"Setelah menerima informasi dan memastikan validitas kejadian, kami langsung mengerahkan Tim Rescue USS Karawang untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban," tegas Ade.
Peralatan dan Metode Pencarian
Dalam operasi SAR ini, tim dilengkapi dengan berbagai perangkat penting:
- Peralatan SAR air untuk pencarian di permukaan dan bawah air
- Alat komunikasi untuk koordinasi tim di lapangan
- Kendaraan operasional untuk mobilisasi cepat
- Perlengkapan keselamatan untuk perlindungan personel
Pencarian dilakukan dengan menyisir area di sekitar Last Known Position (LKP) atau lokasi terakhir korban terlihat. Tim juga dibantu oleh Satpolairud Polkhooro Purwakarta dalam operasi ini.
Tantangan di Lapangan
Meski pencarian telah dilakukan secara intensif, hingga Sabtu, 18 Juli, keberadaan korban belum juga ditemukan. Tim di lapangan menghadapi tantangan besar mengingat luasnya area Waduk Jatiluhur yang menjadi waduk terluas di Asia Tenggara.
Basarnas Bandung menegaskan bahwa upaya pencarian terus dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan korban.
Himbauan Keselamatan
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat sekitar waduk dan wisatawan untuk selalu:
- Tidak berenang di area perairan dalam tanpa alat pengaman yang memadai
- Menggunakan alat apung yang memadai saat harus menyeberangi perairan
- Tidak melepaskan alat bantu apung di tengah perjalanan
- Menghindari berenang sendirian di area waduk
- Segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya
Waduk Jatiluhur memang dikenal sebagai destinasi wisata dan area perbdyakan ikan, namun arus air yang deras dan kedalaman yang bervariasi menjadikan area ini sangat berbahaya bagi yang tidak seringk dingin.