Farhan Targetkan Bandung Jadi Pusat Finansial Indonesia dengan Cuan Rp11 Triliun dari Investor pada 2026
Farhan luncurkan rencana menjadikan Bandung pusat finansial Indonesia di Investor Day 2026. Target investasi Rp11 triliun sudah tercapai Rp6 triliun semester awal. Data center vertikal dan insentif pajak Rp1 untuk bangunan cagar budaya jadi daya tarik utama.

Pemerintah Kota Bandung melirik peran baru yang jauh dari kesan kota kreatif dan kuliner. Wali Kota Muhammad Farhan memperkenalkan visi menjadikan Kota Kembang sebagai salah satu Pusat Finansial Indonesia dalam gelaran Investor Day 2026 di Hotel Grandia, Rabu (19/8/2026).
Gagasan ini bukan sekadar wacana. Farhan mengklaim semester pertama 2026 sudah menyentuh Rp6 triliun dari total target Rp11 triliun yang ditargetkan hingga akhir tahun. Angka ini menunjukkan momentum yang tergolong kuat untuk menarik investor masuk.
"Bandung sudah sangat siap untuk menjadi salah satu PFI," tutur Farhan dalam kesempatan tersebut. Dia menekankan bahwa transformasi menjadi financial hub menjadi langkah awal sebelum bisa dibilang sebagai pusat finansial.
Baca Juga: Gudang Peralatan di Katapang Terbakar 4 Jam 28 Menit, Aktivitas Pabrik Sekitar Terdampak
Data Center Vertikal sebagai Kartu As
Salah satu carta paling menarik dari rencana ini adalah pembangunan pusat data atau data center secara vertikal. Farhan menyebut udara Bandung yang relatif sejuk dapat menekan biaya pendingin operasional, sehingga efisiensi energi数据中心 menjadi lebih bersaing dibanding kota-kota lain.
Konsep vertikal juga dipilih karena lahan di Bandung tergolong terbatas. Dengan menara bertingkat, kota tetap bisa mendukung industri teknologi tanpa perlu mengorbankan ruang hijau yang sudah sedikit.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Luncurkan Program PEKA di Bandung Bidik 1.426 Penerima Manfaat jadi Produktif
Kebutuhan energi untuk menopang ambisi ini diperkuat oleh rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka. Proyek tersebut diharapkan mulai menyuplai listrik dalam beberapa tahun ke depan, menjawab kekhawatiran investor soal ketersediaan energi.
Pariwisata dan Pendidikan Tetap Jadi Magnet
Di luar teknologi, sektor pariwisata dan perdagangan masih diposisikan sebagai magnet utama investor. Farhan menyebut beberapa perkembangan yang memperkuat daya tarik, mulai dari kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara, penataan pasar tradisional, hingga pengembangan kawasan wisata.
Kekuatan sebagai kota pendidikan menjadi nilai tambah yang jarang disorot. Dengan puluhan perguruan tinggi berkualitas, Bandung punya sumber talenta yang bisa langsung diserap industri keuangan dan teknologi. Farhan menyebut kondisi ini sengaja ditonjolkan untuk menarik mahasiswa dan tenaga profesional dari luar kota.
"Dengan jumlah perguruan tinggi berkualitas yang banyak di Kota Bandung, kami ingin mengundang talenta-talenta terbaik di luar Kota Bandung untuk berkuliah di Kota Bandung," kata Farhan.
Insentif Pajak Rp1 untuk Gudang Budaya
投资人 yang tertarik menghidupkan kembali bangunan bersejarah mendapat tawaran menarik. Pemerintah kota menawarkan tarif PBB hanya Rp1 per tahun bagi gedung yang berstatus cagar budaya dan memiliki Surat Keputusan dari pemerintah kota. Kebijakan ini dimaksudkan agar investor mau merenovasi tanpa mengubah karakter bangunan.
"Nanti akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakternya sama sekali," jelas Farhan.
Apa Artinya untuk Anak Muda Bandung
Jika rencana ini berjalan,扇 besar peluang kerja baru terbuka di sektor fintech, manajemen investasi, hingga operasional数据中心. Kota yang dulu dikenal sebagai tempat nongkrong dan kuliah kini berancang membangun fondasi ekonomi yang lebih serius.
Talenta lokal dari perguruan tinggi Bandung punya posisi strategis. Mereka bisa menjadi garda terdepan industri finansial yang sedang dibangun, tanpa harus merantau ke Jakarta.
Peluang ini juga sejalan dengan program BPJS Ketenagakerjaan PEKA di Bandung yang baru saja diluncurkan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Kedua program ini saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan pekerja muda di Bandung.