Kabel Internet Terputus di Jalan Kopo Lukai Pelajar, Pemangkasan Pohon Jadi Langkah Mitigasi
Pelajar di kawasan Kopo luka-luka setelah motor yang dikendarainya tersentuh kabel internet yang menjuntai ke jalan. Pemangkasan pohon jadi langkah mitigasi.

Mochammad Firly Rasyha S. baru saja selesai kegiatan sore di kawasan Kopo Elok, Cirangrang, Senin (31/8/2026) sore. Sekitar pukul 18.30 WIB, pelajar yang tinggal di kawasan padat penduduk itu mengendarai motor pulang lewat Jalan Kopo. Tanpa peringatan, kabel menjuntai dari atas dan menyentuhnya.
Kabel yang menjuntai hingga ke badan jalan itu diketahui merupakan kabel internet. Berdasarkan laporan Polsek Babakan Ciparay, kabel tersebut putus setelah tersangkut kendaraan kontainer yang melintas. Pelajar berusia belasan tahun itu langsung terjatuh dan mendarat di aspal.
Korban dibawa ke Rumah Sakit Santosa Kopo untuk mendapatkan perawatan. Ia mengalami luka memar pada tangan sebelah kiri dan kaki sebelah kanan, além de benturan pada bagian kepala.
Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Jawa Barat 195 Kali pada Agustus 2026, Paling Kuat 5,3 Magnitudo di Pangandaran
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons peristiwa ini keesokan harinya. Ia mengatakan hujan yang mengguyur Bandung selama dua jam sebelumnya turut menjadi faktor. "Kemarin hujan hanya dua jam, tetapi kabel listrik bertabrakan dan pohon tumbang," kata Farhan, Selasa (1/9/2026).
Farhan menyebut hujan deras memang kerap memicu berbagai gangguan di jaringan utilitas. Selain kabel yang bersentuhan satu sama lain, pohon tumbang juga menjadi masalah yang muncul setelah curah hujan tinggi.
Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kota Bandung bersama PLN kini tengah mengidentifikasi titik-titik rawan. Farhan mengatakan perhatian utama tertuju pada jaringan yang berada di dekat pepohonan.
"Penanganan ke depannya tentu bersama PLN kita akan memitigasi titik-titik mana saja yang rawan, terutama yang dekat dengan pepohonan," tutur Farhan.
Rencananya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bandung akan kembali menurunkan tim bersama PLN untuk memangkas pohon-pohon yang dinilai berpotensi mengganggu jaringan listrik. Farhan mengakui pekerjaan ini memiliki risiko tinggi.
"Mau tidak mau DPKP sekarang akan turun lagi bersama PLN untuk melakukan pemangkasan pohon. Itu memang agak berbahaya," katanya.
Farhan menambahkan, koordinasi dengan PLN terus dilakukan agar proses mitigasi bisa berjalan lebih aman. Selain itu, ia memastikan kondisi korban terus dipantau melalui camat setempat.