Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Korban Keracunan MBG Ramadan di Cimahi Berangsur Pulih, SPPG Ditutup

Jabar · Oleh Rizky Maulana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memastikan korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan berangsur pulih, sebagian sudah pulang rumah. SPPG distributor MBG penyebab insiden dihentikan operasional sementara.

Korban Keracunan MBG Ramadan di Cimahi Berangsur Pulih, SPPG Ditutup

Kondisi Korban Keracunan MBG Ramadan di Cimahi Berangsur Pulih

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan update terkini mengenai insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan yang menimpa sejumlah siswa dan guru TK-SMP di Kota Cimahi pada akhir Februari 2026. Menurutnya, sebagian besar korban sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing, sedangkan beberapa orang masih dalam perawatan dan observasi di beberapa fasilitas kesehatan lokal.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dalam mengelola program pemberian makan bergizi gratis, terutama selama bulan Ramadan di mana permintaan akan makanan bantuan meningkat pesat. Langkah cepat yang diambil oleh pemkot untuk menghentikan operasional distributor MBG juga diapresiasi sebagai upaya untuk mencegah penyebaran insiden lebih lanjut.

Data Lengkap Korban dan Lokasi Perawatan

Pemerintah Kota Cimahi mencatat total 43 korban yang dibawa ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala keracunan. Rincian perawatan di masing-masing rumah sakit adalah:

Ngatiyana menyatakan bahwa data ini diperbarui secara berkala untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam pemantauan. Seluruh korban didominasi oleh peserta didik dari TK, SD, dan SMP, dengan satu guru juga terkonfirmasi mengalami gejala keracunan.

Penutupan Sementara SPPG Penyebab Insiden

Sebagai tindak lanjut dari insiden, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 yang menjadi distributor MBG penyebab keracunan dihentikan sementara. Ngatiyana menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi penyebaran makanan yang tidak layak konsumsi ke sekolah-sekolah di wilayah Cimahi.

"Sementara dihentikan, tidak boleh beroperasional lagi sampai dilakukan pemeriksaan ulang dan memastikan kualitas produk mereka memenuhi standar," kata Ngatiyana saat ditemui di RSUD Cibabat pada Kamis (26/2/2026).

Detail Insiden Pertama Kali Terjadi

Insiden keracunan pertama kali dilaporkan pada Rabu (25/2/2026), ketika sejumlah siswa dari berbagai sekolah di Cimahi dibawa ke IGD rumah sakit setelah mengalami gejala mual, pusing, muntah, dan demam. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, awalnya ada 14 siswa dan satu guru yang bergejala keracunan setelah menyantap sajian MBG.

"Kami segera menanggapi laporan ini dan memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang tepat. Setiap rumah sakit telah melaporkan perkembangan kondisi korban secara teratur," kata Mulyati.

Keluhan Menu MBG yang Tidak Layak Konsumsi

Salah satu pihak sekolah yang terlibat, Kepala SD Cimahi Mandiri Eka Nugrahawati, mengkonfirmasi bahwa onigiri yang dibagikan sebagai bagian dari MBG sudah berbau tidak sedap seperti basi. Dia menyatakan bahwa menu yang dibagikan pada hari itu meliputi susu, apel, onigiri, kurma, dan telur.

"Jadi yang dibagikan ke siswa kami jam 8 atau 9 pagi, dan ketika saya mencium onigiri itu sudah tercium bau tidak sedap. Kami langsung melaporkan hal ini kepada pihak berwenang," kata Eka saat ditemui di RSUD Cibabat pada Rabu malam.

Dia juga mengkonfirmasi bahwa satu guru dari sekolahnya turut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang sama.

Penanganan dan Pemantauan Berkelanjutan

Ngatiyana menyatakan bahwa seluruh pasien yang diduga keracunan MBG dapat ditangani dengan baik oleh tim medis setempat. Dia menambahkan bahwa dinas terkait akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap penerima manfaat MBG yang mengalami gejala keracunan, untuk memastikan tidak ada komplikasi jangka panjang.

"Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap mendapatkan perawatan intensif, dan observasi tetap dilakukan secara rutin. Itu adalah perkembangan saat ini," ujar Ngatiyana.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga telah meminta laporan rinci dari setiap distributor MBG di wilayahnya untuk memastikan kualitas makanan yang dibagikan memenuhi standar keamanan pangan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.