Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kopi Subang Mendunia: 96 Ton Produk GLB Tembus Pasar Aljazair

Jabar · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kopi Subang mendunia! Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) berhasil mengekspor 96 ton kopi ke Aljazair, menegaskan potensi besar produk Indonesia. Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmikan pelepasan ekspor, dorong peran koperasi sebagai penggerak ekonomi.

Kopi Subang Mendunia: 96 Ton Produk GLB Tembus Pasar Aljazair

Kopi Subang Mengukir Sejarah: 96 Ton Produk GLB Tembus Pasar Internasional

SUBANG, JAWA BARAT – Produk kopi dari Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) Subang kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Sebanyak 96 ton kopi berkualitas tinggi berhasil diekspor menuju Aljazair, menandai babak baru bagi perkopian Tanah Air.

Peresmian pelepasan ekspor ini dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Ferry Juliantono, di Kampung Leuwinutug, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (17/1). Lima kontainer berisi kopi pilihan dilepas, mengukuhkan posisi Subang sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia.

"Terima kasih kepada semua yang sudah secara langsung maupun tidak langsung menjadikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Yang bangga bukan hanya Subang tapi ini menjadi kebanggaan nasional," ujar Ferry Juliantono dengan bangga.

Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian komersial, melainkan juga cerminan dari potensi besar yang dimiliki koperasi dalam mendorong perekonomian nasional. Menteri Ferry bahkan menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat penyaluran pendanaan bagi Koperasi GLB, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap ekspansi pasar internasional.

Revitalisasi Peran Koperasi dalam Perekonomian

Dalam pidatonya, Ferry Juliantono menyoroti pentingnya mengembalikan fokus gerakan koperasi pada sektor-sektor strategis: produksi, distribusi, industri, dan perkreditan. Langkah ini, menurutnya, merupakan implementasi nyata dari amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menitikberatkan pada ekonomi kerakyatan.

"Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan," jelas Ferry, menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kooperatif.

Koperasi GLB: Lokomotif Ekonomi Pedesaan

Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Bapak Miftahudin Shaf, mengungkapkan bahwa koperasi yang dipimpinnya kini menjadi motor penggerak utama perekonomian Desa Cisalak. Dengan 450 anggota aktif yang mengelola lahan seluas 1.589 hektare, Koperasi GLB berhasil menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 1.200 individu di wilayah tersebut.

Data menunjukkan pertumbuhan ekspor yang impresif: sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Koperasi GLB telah mencatatkan total ekspor 964,2 ton kopi ke enam negara tujuan. Nilai transaksi ekspor ini mencapai lebih dari USD 4,6 juta, atau setara dengan sekitar Rp 77,6 miliar, membuktikan daya saing kopi Subang di pasar global.

Keberhasilan Koperasi GLB ini diharapkan menjadi inspirasi bagi koperasi-koperasi lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan mengambil peran sentral dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sesuai dengan semangat kemandirian dan gotong royong bangsa.