Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kompensasi Rp600rb dari KDM untuk Penyapu Koin di Sewo Pantura

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi Rp600 ribu untuk warga penyapu koin di Jembatan Sewo Pantura jelang Lebaran 2026, untuk menghentikan aktivitas berbahaya selama arus mudik.

Kompensasi Rp600rb dari KDM untuk Penyapu Koin di Sewo Pantura

Memasuki H-3 Hari Raya Idulfitri 2026, ruas Pantura Jalan Sewo yang berada di perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu dipadati oleh arus mudik yang padat. Tapi di tengah keramaian dan kepadatan kendaraan itu, muncul fenomena yang sudah menjadi tahunan: sejumlah warga turun ke badan jalan untuk menyapu dan memungut uang koin yang dilempar oleh pengguna jalan. Aktivitas ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain. Tak lama kemudian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, datang ke lokasi dan mengambil langkah cepat untuk menghentikan aktivitas tersebut.

Fenomena Penyapu Koin di Jembatan Sewo Jelang Lebaran

Selama beberapa tahun terakhir, aktivitas penyapu koin di ruas Pantura terutama saat arus mudik menjadi masalah yang sulit diatasi. Warga yang terlibat dalam aktivitas ini sering kali mengabaikan risiko kecelakaan, karena menginginkan penghasilan tambahan dari uang receh yang dilempar oleh pengemudi kendaraan. Menurut data setempat, jajaran kepolisian sudah berulang kali menertibkan aktivitas ini, namun tingginya arus mudik setiap tahun membuat warga kembali melakukan aktivitas tersebut begitu masa mudik tiba. Pada tahun ini, fenomena ini kembali muncul di Jembatan Sewo, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Beberapa warga terlihat nekat turun ke tengah jalan meskipun lalu lintas sedang padat, menambah risiko tabrakan yang bisa mengakibatkan luka berat atau bahkan kematian.

Langkah KDM Memberikan Kompensasi untuk Menghentikan Aktivitas

Saat mengetahui adanya aktivitas penyapu koin di lokasi, Gubernur Dedi Mulyadi langsung mengunjungi kawasan Jembatan Sewo untuk menindaklanjuti masalah ini. Kedatangan beliau sempat mengagetkan sejumlah warga yang sedang melakukan aktivitas memungut koin. Kemudian, Dedi mengajak para penyapu koin berkumpul di Kantor Desa Karanganyar untuk memberikan arahan langsung. Dalam pertemuan tersebut, Dedi menegaskan bahwa aktivitas memungut koin di badan jalan sangat berbahaya, baik untuk diri sendiri maupun pengendara lain. Sebagai solusi alternatif selain penertiban keras, beliau menawarkan kompensasi kepada warga yang biasa terlibat dalam aktivitas ini. Kompensasi yang diberikan adalah Rp50 ribu per hari, hingga tanggal 28 Maret 2026. Jika dihitung total, setiap warga berhak menerima hingga Rp600 ribu, dengan syarat menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) saat mengambil bantuan. Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi berkata: "sekarang pulang aja, jangan lagi memungut koin, nanti saya urus konfensasinya dengan kepala desa, tiap orang nanti akan mendapat Rp 600.000, sekarang ayo pulang," kata beliau pada Rabu (18/3/2026).

Tujuan Kompensasi untuk Keamanan Arus Mudik

Menurut penjelasan Dedi, langkah ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik, yang setiap tahunnya menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan properti. Selain itu, kompensasi ini juga bertujuan untuk memberikan alternatif penghasilan kepada warga, sehingga mereka tidak perlu lagi mengambil risiko dengan menyapu koin di badan jalan. Jajaran kepolisian setempat menyatakan bahwa mereka akan mendukung langkah yang diambil oleh Gubernur Jabar, karena aktivitas penyapu koin selama arus mudik sudah menjadi masalah yang sulit diatasi dengan penertiban saja. Dengan adanya kompensasi, diharapkan warga akan lebih bersedia untuk menghentikan aktivitas tersebut, sehingga kelancaran arus mudik dapat terjaga.

Reaksi Warga dan Harapan Masyarakat

Beberapa warga yang hadir dalam pertemuan dengan Gubernur Dedi menyatakan bahwa mereka akan mengikuti arahan yang diberikan. Salah satu warga, yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan bahwa aktivitas memungut koin adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan saat mudik, tapi mereka juga takut akan risiko kecelakaan. Dengan adanya kompensasi, ia merasa lebih aman dan tidak perlu lagi mengambil risiko. Harapan masyarakat adalah bahwa langkah ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain yang menghadapi masalah serupa selama arus mudik. Selain itu, diharapkan bahwa kompensasi ini dapat membantu mengurangi tingkat kecelakaan di ruas Pantura selama masa mudik tahun ini.