Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Komisi II DPRD Cianjur Siap Sidak Usaha Penyalahguna Gas Subsidi 3kg

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Komisi II DPRD Cianjur bersama instansi terkait siap melakukan sidak mendadak ke tempat usaha penyalahgunaan gas subsidi 3kg untuk mengatasi kelangkaan di wilayah Cianjur.

Komisi II DPRD Cianjur Siap Sidak Usaha Penyalahguna Gas Subsidi 3kg

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama dinas terkait dan Pertamina akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat usaha yang diduga menyalahgunakan gas bersubsidi 3 kilogram. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah kelangkaan gas subsidi yang terjadi di beberapa wilayah Cianjur akhir-akhir ini, yang telah memengaruhi ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Latar Belakang Temuan Awal

Ketua Komisi II DPRD Cianjur Aziz Muslim menjelaskan bahwa keputusan sidak diambil setelah pihaknya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Hiswana Migas Cianjur, Dinas Koperasi dan UMKM (Dikumdagin) Cianjur, serta agen gas elpiji di wilayah tersebut. Dalam rapat tersebut, para pihak menyimpulkan bahwa penyebab kelangkaan gas 3 kilogram kemungkinan besar disebabkan oleh penyalahgunaan gas subsidi oleh sektor yang tidak berhak.

Sektor yang dimaksud meliputi restoran, peternakan ayam, dan dapur MBG (Musholla Balai Gereja) yang seharusnya tidak menggunakan gas bersubsidi, karena program ini diperuntukkan khusus untuk rumah tangga dan pelaku UMKM kecil. "Penyebab kelangkaan gas 3 kilogram di Cianjur diduga karena adanya penyalahgunaan sektor usaha yang seharusnya tidak menggunakan gas subsidi, sehingga kami akan mendalami dan segera melakukan sidak bersama ke lapangan termasuk dengan Pertamina," kata Aziz.

Lebih lanjut, Aziz menegaskan bahwa setiap pelanggaran penggunaan gas subsidi akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku, guna memastikan bahwa bantuan subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Sasaran Sidak dan Koordinasi yang Dilakukan

Sementara itu, lokasi usaha yang menjadi sasaran sidak meliputi:

Untuk memastikan sidak berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik, Komisi II telah berkoordinasi dengan Pertamina pusat serta instansi terkait di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kejelasan terkait pendistribusian dan pengawasan barang bersubsidi, terutama gas 3 kilogram yang memiliki harga terkontrol untuk masyarakat menengah ke bawah.

Penjelasan dari Hiswana Migas Cianjur

Ketua Hiswana Migas Cianjur Hedi Permadi Boy menyatakan bahwa kuota pasokan gas bersubsidi 3 kilogram di Cianjur setiap bulannya tetap normal, yaitu sekitar 2,1 juta tabung. Menurutnya, jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat dan pelaku UMKM yang berhak menerima gas subsidi.

Namun, Hedi mengakui adanya kemungkinan kebocoran di lapangan yang menyebabkan gas subsidi tidak tepat sasaran. "Kemungkinan ada kebocoran di sektor lain tapi secara kuota dari Pertamina sudah cukup, selama ini berbagai upaya dilakukan termasuk larangan agen menjual gas bersubsidi pada pihak yang tidak berhak terlebih pada oknum pengoplos," jelas Hedi.

Ia juga menegaskan bahwa dapur MBG dilarang keras menggunakan gas bersubsidi. Pengelola dapur MBG diwajibkan menggunakan gas elpiji non-subsidi dengan ukuran 12 atau 13 kilogram sesuai peraturan yang berlaku, karena dapur MBG melayani kelompok masyarakat yang lebih luas dan tidak termasuk dalam target penerima gas subsidi.

Langkah Selanjutnya untuk Distribusi yang Lebih Tepat Sasaran

Untuk mencegah terjadinya kelangkaan gas subsidi di masa depan, pihaknya bersama DPRD dan dinas terkait akan melakukan sinkronisasi data kebutuhan elpiji. Langkah ini meliputi pengumpulan data jumlah penduduk, pelaku UMKM, dan sektor usaha lainnya di Cianjur, sehingga distribusi gas subsidi dapat lebih tepat sasaran dan tidak ada lagi penyalahgunaan.

Aziz menambahkan bahwa sidak mendadak akan dilakukan dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti temuan awal dari RDP. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pihak mematuhi peraturan penggunaan gas subsidi dan mengembalikan ketersediaan gas 3 kilogram di pasar Cianjur secara stabil.