Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Penelitian Universitas Pertamina mengembangkan AI BiCaps-DBP untuk identifikasi protein pengikat DNA, mempercepat penanganan penyakit kronis kanker dan autoimun di Indonesia.

Kolaborasi Riset UPER: Kembangkan AI untuk Akselerasi Penemuan Kandidat Obat Kanker dan Autoimun

AI BiCaps-DBP: Inovasi UPER untuk Deteksi Protein Pengikat DNA

Tantangan kesehatan modern di Indonesia semakin kompleks, dengan penyakit kronis dan degeneratif seperti autoimun dan kanker yang menunjukkan angka prevalensi mengkhawatirkan. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2023 mencatat kasus autoimun mencapai 2,5 juta penduduk, sementara kanker tetap menjadi penyebab kematian tertinggi keempat dengan lebih dari 400 ribu kasus baru setiap tahun (data Kemenkes 2025). Hal ini mendorong urgensi pengembangan riset biomedis yang lebih akurat dan cepat untuk mengatasi masalah kesehatan ini.

Peran Penting Protein Pengikat DNA

Salah satu fokus utama dalam riset kesehatan adalah pemahaman terhadap protein pengikat DNA (DNA-binding proteins/DBPs), molekul biologis yang berperan krusial dalam:

Ketika fungsi DBPs terganggu, proses biologis di dalam sel dapat berjalan tidak normal dan berpotensi memicu berbagai penyakit serius, termasuk autoimun dan kanker. Namun, tubuh manusia memiliki jutaan jenis protein, sehingga mengidentifikasi DBPs secara manual di laboratorium membutuhkan waktu belasan tahun dan biaya yang sangat besar. Proses yang panjang ini sering kali menjadi hambatan dalam pengembangan diagnosis dini dan terapi yang tepat sasaran.

Inovasi AI BiCaps-DBP dari Universitas Pertamina

Untuk menjawab tantangan ini, Dosen Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), Dr. Meredita Susanty, M.Sc., melalui kolaborasi riset internasional mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama BiCaps-DBP.

"BiCaps-DBP dirancang sebagai teknologi penyaring untuk membantu peneliti mengidentifikasi kandidat protein pengikat DNA yang paling potensial untuk diuji lebih lanjut di laboratorium," jelas Dr. Meredita.

Dengan menyempitkan daftar protein yang benar-benar relevan, BiCaps-DBP membantu peneliti menghemat waktu, biaya, dan sumber daya, sekaligus mempercepat pengembangan diagnosis dini, terapi presisi, dan produk farmasi yang lebih efektif. Dr. Meredita juga berperan memastikan keandalan analisis komputasi, termasuk penyajian data dalam bentuk visual yang mudah dipahami serta peninjauan ketepatan argumen ilmiah.

"Hasilnya, BiCaps-DBP mampu meningkatkan akurasi prediksi hingga 1,05%–5,79% dibandingkan metode sebelumnya, sehingga lebih presisi dalam menyaring kombinasi protein yang layak untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium," tambahnya.

Dampak Riset dan Kolaborasi Lintas Disiplin

Riset yang menghasilkan BiCaps-DBP telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Computers in Biology and Medicine (Elsevier). Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, menggabungkan keahlian ilmuwan komputer, ahli biologi, dan pakar medis untuk menciptakan solusi inovatif dalam bidang kesehatan.

Menurut Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., pengembangan teknologi seperti BiCaps-DBP menunjukkan bagaimana pembelajaran dan riset Ilmu Komputer di UPER mampu memberikan dampak nyata bagi penyelesaian persoalan kesehatan, termasuk kanker dan penyakit autoimun.

"Pembelajaran di Program Studi Ilmu Komputer kami arahkan agar tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pemanfaatan AI dalam riset kesehatan merupakan contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs 3: Good Health and Well-being melalui solusi berbasis sains dan teknologi," ujar Prof. Wawan.

Ia menambahkan bahwa meskipun BiCaps-DBP tidak menggantikan peran laboratorium, model komputasi ini berpotensi memberikan dampak besar bagi pengembangan biofarmasi dan mempercepat upaya pengobatan di masa depan.

Ajakan Bergabung dan Informasi Pendaftaran

Universitas Pertamina mengajak generasi muda yang tertarik pada pengembangan AI dan teknologi komputasi untuk bergabung melalui Program Studi Ilmu Komputer, serta berkontribusi dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kesehatan dan kemanusiaan.

Informasi pendaftaran dapat diakses di https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.