Kolaborasi Ratu Aulia dan Eloi Coco: Fakta Lengkap di Balik Parfum Blooming in the Dark
Ratu Aulia meluncurkan parfum perdana Blooming in the Dark dengan kolaborasi brand fragrance lokal Eloi Coco, membawa cerita personal ketangguhan dan kualitas terjamin.

Bandung — Langkah figur publik Ratu Aulia memasuki industri parfum Indonesia bukan hanya menarik perhatian luas, tetapi juga membuka bab baru dalam perjalanan kariernya. Melalui proyek perdana bertajuk Blooming in the Dark, ia tidak hanya menghadirkan produk wewangian baru, tetapi juga menggandeng mitra berpengalaman untuk memastikan kualitas dan cerita mendalam di balik setiap botol.
Latar Belakang Pilihan Mitra Kolaborasi
Sebelum proyek ini diumumkan, bermunculan berbagai spekulasi di media sosial mengenai kemungkinan kerja sama Ratu Aulia dengan brand parfum ternama lainnya. Namun, pilihan ia ambil justru menunjukkan pendekatan yang matang: ia memilih Eloi Coco, pemain lama industri fragrance Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun.
Eloi Coco dikenal sebagai produsen di balik berbagai brand parfum terkenal lokal, dengan kapabilitas yang mencakup seluruh proses pengembangan aroma hingga pemahaman mendalam tentang tren pasar. Menurut Muhammad Bobby, Manager Ratu Aulia, kolaborasi ini bukan hanya soal nama besar, tetapi juga fondasi kualitas yang ingin dibangun sejak awal.
"Sejak awal, kami ingin memastikan bahwa produk yang dihasilkan bukan hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki kualitas yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan," ujar Bobby dalam siaran pers pada Senin (27/4/2026).
Storytelling Personal di Balik Konsep Parfum
Blooming in the Dark tidak hanya difokuskan pada aspek wewangian, tetapi juga membawa cerita personal yang dalam. Ratu Aulia mengungkapkan bahwa tema parfum ini diambil dari pengalaman pribadinya tentang ketangguhan dan proses bertumbuh di tengah situasi yang tidak selalu mudah.
"Aku ingin parfum ini bukan sekadar produk, tapi sesuatu yang punya cerita dan bisa terhubung secara emosional dengan orang yang memakainya. Blooming in the Dark menggambarkan perjalanan untuk tetap bertumbuh, bahkan di fase yang tidak selalu mudah. Itu adalah sesuatu yang sangat dekat dengan aku, dan aku ingin membagikan rasa itu lewat karya ini," ungkap Ratu Aulia.
Dengan pendekatan ini, parfum tidak lagi menjadi barang komersial biasa, tetapi medium ekspresi yang memiliki makna emosional bagi yang memakainya.
Komposisi Aroma dan Desain Kemasan yang Eksklusif
Untuk menyesuaikan konsep yang dalam, tim pengembang parfum ini merancang komposisi aroma yang kompleks dan berlapis. Berikut adalah detail komposisi aromanya:
- Aroma awal: Kesegaran dari bergamot yang memberikan sensasi segar dan membangkitkan semangat
- Aroma tengah: Keanggunan Bulgarian Rose yang memberikan nuansa feminin dan elegan
- Aroma dasar: Sentuhan hangat dari amber, musk, dan tonka bean yang memberikan kedalaman dan daya tahan lebih lama
Selain perhatian pada aroma, desain kemasan juga mendapat perhatian khusus. Setiap botol parfum Blooming in the Dark dibuat secara handcrafted dengan teknik splash coating, sehingga setiap produk memiliki tampilan yang unik dan eksklusif. Hal ini menambahkan nilai estetika yang menyatu dengan nilai personal di balik parfum ini.
Kolaborasi antara Ratu Aulia dan Eloi Coco ini menunjukkan bahwa industri parfum Indonesia tidak hanya berfokus pada popularitas semata, tetapi juga pada kualitas dan storytelling yang mendalam. Dengan menggabungkan pengalaman industri yang luas dan cerita personal yang autentik, Blooming in the Dark diharapkan bisa menjadi produk wewangian yang tidak hanya menarik secara visual dan wewangian, tetapi juga memiliki makna yang dalam bagi setiap konsumen.