Klarifikasi Polisi: Video Viral Pemalakan Sopir Bus di Tasikmalaya Ciamis Adalah Hoaks
Video viral yang diduga pemalakan sopir bus di Tasikmalaya dan Ciamis ternyata hoaks. Polisi mengklarifikasi bahwa kejadiannya adalah kecelakaan lalu lintas November 2025.

Video Viral yang Menyebar Luas
Sebuah video yang menampilkan adegan pertarungan antara sopir bus dan pengemudi mobil bak telah menjadi viral di TikTok dan Instagram dalam beberapa minggu terakhir. Video ini awalnya dibagikan dengan narasi bahwa itu adalah insiden pemalakan di wilayah Tasikmalaya atau Ciamis, yang menyebabkan kebingungan di kalangan warganet.
Latar Belakang dan Kebingungan Awal
Video yang viral ini menyebutkan Desa Tanjungjaya, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis. Hal ini membuat pengguna media sosial sulit untuk menentukan lokasi pasti kejadian, dan banyak yang mulai berbagi video tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Tanpa konteks yang jelas, spekulasi tentang insiden pemalakan dengan cepat menyebar, menciptakan kepanikan di masyarakat lokal.
Klarifikasi Resmi dari Kepolisian
Untuk mengatasi kebingungan ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap video viral tersebut. Dalam konfirmasi pada Kamis (7/5/2026), Kapolsek Tanjungjaya Polres Tasikmalaya, Iptu Nandang Ardiana, memberikan klarifikasi yang jelas mengenai kejadian yang sebenarnya.
"Ini bukan insiden pemalakan. Video ini merekam cekcok antara dua sopir yang terjadi akibat gesekan kendaraan di jalan tanjakan antara bus dan mobil bak sayuran. Kejadian ini terjadi pada November 2025, dan saya sendiri yang menangani kasus ini. Masalahnya telah diselesaikan melalui penggantian ganti rugi antara kedua pihak," ujar Nandang.
Ia menjelaskan bahwa kejadian sebenarnya terjadi di ruas jalan Sukaraja, Cibalanarik, Mangunreja. Bus yang terlibat dalam insiden itu mengangkut rombongan ziarah dari Pamijahan menuju Mangunreja via Sukaraja, sementara mobil bak terbuka mengangkut sayuran dari arah sebaliknya. "Keduanya saling bergesekan di jalan tanjakan, dan sopir bus tidak ingin berhenti. Sopir mobil bak kemudian meminjam sepeda motor untuk mengejar bus hingga terjadi cekcokan. Tidak ada pemukulan atau kekerasan lain yang terjadi, dan masalah ini telah diselesaikan di lokasi kejadian," jelas Nandang.
Penyelidikan Pelaku Penyebaran Hoaks
Menurut Nandang, pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab menyebarkan video hoaks ini. Pelaku merupakan warga asli Kabupaten Tasikmalaya yang saat ini sedang bekerja di Serang, Banten. Ia menambahkan bahwa pelaku telah dihubungi dan diminta untuk membuat video klarifikasi untuk memperbaiki narasi yang salah yang disebarkan. "Kami telah menghubungi pelaku, yang saat ini berada di Serang. Mereka akan diminta untuk membuat video klarifikasi yang menjelaskan bahwa insiden ini bukan pemalakan, melainkan kecelakaan lalu lintas biasa," ujarnya.
Pentingnya Verifikasi Informasi di Era Digital
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial. Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang salah dapat terjadi dengan cepat dan luas, yang dapat menyebabkan kepanikan, kerusakan reputasi, dan masalah hukum. Masyarakat disarankan untuk hanya membagikan informasi yang berasal dari sumber yang terpercaya, seperti akun resmi kepolisian, media massa yang terpercaya, atau akun pemerintah. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak terburu-buru dalam membagikan informasi, dan selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.