Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kisah Driver Ojol Perempuan di Bandung yang Hidupkan Semangat Kartini

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Kisah Teh Mira, driver ojol perempuan di Bandung yang meraih kemandirian finansial melalui pekerjaannya, menghidupkan semangat emansipasi Kartini di jalanan kota.

Kisah Driver Ojol Perempuan di Bandung yang Hidupkan Semangat Kartini

Semangat Kartini di Jalanan Kota Bandung

Pagi hari di Kota Bandung, ketika jalanan mulai dipenuhi kendaraan bermotor dan mobil, Teh Mira sudah duduk di atas motornya, siap memulai hari kerja sebagai driver ojol. Bagi banyak orang, ia hanyalah salah satu pengemudi di antara ribuan lainnya yang melintasi jalanan kota setiap hari. Tapi bagi dirinya dan tiga anaknya, setiap perjalanan yang ia ambil adalah bentuk perjuangan dan keberanian yang menghidupkan semangat emansipasi Kartini lebih dari satu abad lalu.

Pada momen Hari Kartini, pesan Teh Mira menjadi bukti bahwa keberanian perempuan untuk mengambil kendali hidup sendiri tidak hanya terbatas pada ruang sejarah. "Untuk perempuan di luar sana, jangan menyerah. Berani mencoba, demi keluarga," ujarnya dengan suara tegas, sambil menyesuaikan helmnya sebelum memulai perjalanan.

Latar Belakang Kehidupan Sebelum Menjadi Driver Ojol

Sebelum bergabung dengan platform inDrive pada November 2024, kehidupan Teh Mira jauh dari kata tenang. Ia hanya mengandalkan pekerjaan antar-jemput anak sekolah di sekitar rumah, dengan penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya. Kadang, ia harus memilih antara membayar biaya sekolah anak atau menutupi cicilan motor yang sudah menumpuk.

"Dulu itu serba kurang. Kadang bingung harus nutup yang mana dulu," kenangnya sambil mengingat masa-masa sulit itu. Beban finansial yang menghimpit membuatnya merasa tidak punya pilihan lain untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Tantangan Menjadi Driver Perempuan di Jalanan Bandung

Menjadi driver ojol perempuan bukanlah perjalanan yang mudah bagi Teh Mira. Di awal-awal bergabung, ia menghadapi rasa khawatir soal keamanan serta pandangan miring dari beberapa orang di lingkungannya. Namun, keyakinannya untuk menjadi mandiri dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya membuatnya bertahan.

"Perempuan itu harus kuat. Kita juga bisa mandiri, apalagi untuk keluarga," ujarnya. Bagi Teh Mira, pilihan untuk menjadi driver ojol bukan sekadar mencari pekerjaan, tapi juga bentuk perlawanan terhadap batasan yang sering dikenakan pada perempuan dalam mencari kehidupan yang lebih baik.

Fleksibilitas yang Membantu Menyeimbangkan Peran sebagai Ibu dan Pekerja

Salah satu alasan utama Teh Mira bertahan sebagai driver ojol adalah fleksibilitas kerja yang ia dapatkan. Ia bisa mengatur waktu sendiri, memilih order yang sesuai dengan jadwalnya, dan menyesuaikan pekerjaannya dengan kondisi di lapangan.

Ia menjalani hari dengan ritme yang disiplin: bangun pagi untuk mengantar ketiga anaknya ke sekolah, kemudian bekerja di sela-sela waktu sebelum menjemput mereka kembali pulang. Pada suatu saat, salah satu anaknya mengalami demam malam hari, dan Teh Mira bisa langsung menghentikan pekerjaannya untuk membawa dia ke dokter tanpa harus memikirkan izin atasan atau kehilangan gaji sepenuhnya.

Sistem komisi yang diterapkan oleh platformnya juga menjadi nilai tambah bagi Teh Mira. "Potongannya kecil, jadi yang saya bawa pulang lebih besar. Sangat membantu," katanya. Dengan penghasilan yang lebih stabil, ia bisa memenuhi kebutuhan anak-anaknya tanpa harus khawatir tentang biaya sekolah atau cicilan motor.

Dampak Positif dan Rencana Masa Depan

Setelah hampir enam bulan bekerja sebagai driver ojol, kondisi ekonomi Teh Mira mulai membaik. Kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, dan beban finansial yang dulu menghimpit mulai terangkat. Bahkan, ia mulai merencanakan pindah ke tempat tinggal yang lebih layak, sesuatu yang dulu terasa sulit dibayangkan di masa-masa sulit sebelumnya.

Setiap hari, Teh Mira melanjutkan perjalanannya di jalanan Bandung, membawa bukan hanya penumpang, tapi juga harapan untuk masa depan anak-anaknya. Semangat Kartini yang dulu diperjuangkan melalui surat dan tulisan kini hidup dalam setiap langkahnya, dalam keberanian untuk terus maju meskipun menghadapi tantangan.