Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kirab Budaya Karawang: Tragedi Ambulans Macet, GIBAS Kritik Pemkab

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Satu warga Karawang meninggal saat ambulans terjebak macet selama Kirab Budaya Mahkota Binokasih. Sekretaris GIBAS Cinta Damai kritik kesiapan antisipasi pemerintah daerah.

Kirab Budaya Karawang: Tragedi Ambulans Macet, GIBAS Kritik Pemkab

Pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kabupaten Karawang berakhir dengan tragedi duka yang mengejutkan. Seorang warga bernama Ibu Jubaedah, dari Dusun Neglasari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, dilaporkan meninggal dunia setelah ambulans darurat yang mengangkutnya terjebak kemacetan parah di kawasan pusat kota Karawang. Ibu Jubaedah sedang dalam kondisi kritis akibat sesak napas dan membutuhkan penanganan medis segera.

Detil Tragedi Ambulans Terjebak Kemacetan

Menurut informasi yang diterima, ambulans yang membawa Ibu Jubaedah mengalami hambatan panjang di sekitar Alun-alun Karawang. Sopir ambulans telah berupaya mencari jalur alternatif menuju Interchange Karawang Barat, namun tidak mampu menembus kepadatan kendaraan yang padat. Sumber yang tidak ingin disebutkan nama mengungkap bahwa stok oksigen di ambulans habis selama perjalanan yang terhambat, yang menyebabkan kematian Ibu Jubaedah.

Kritik Sekretaris GIBAS Cinta Damai Terhadap Kesiapan Pemkab

Sekretaris GIBAS Cinta Damai Resort Kabupaten Karawang, Samsudin, memberikan tanggapan tajam terhadap tragedi ini. Ia menyatakan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Karawang agar lebih serius dalam menyiapkan langkah preventif sebelum menggelar kegiatan berskala besar.

"Budaya memang harus dilestarikan, tetapi keselamatan masyarakat jauh lebih utama. Pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus pada kemeriahan acara seremonial, sementara jalur-jalur vital untuk keadaan darurat justru lumpuh total," tegas Samsudin saat dimintai tanggapan pada Minggu, 10 Mei 2026.

Samsudin menyoroti bahwa tragedi ini bukan hanya persoalan lalu lintas biasa, melainkan menunjukkan lemahnya sistem mitigasi dan minimnya kesiapan jalur prioritas darurat. Ia menambahkan bahwa pemerintah harus mengevaluasi total sistem pengamanan dan rekayasa lalu lintas dalam setiap event besar. Ia juga mengungkap adanya informasi mengenai pasien lain asal Kecamatan Tirtajaya yang diduga mengalami nasib serupa akibat ambulans yang terhambat menuju rumah sakit. Menurutnya, apabila kejadian tersebut benar terjadi, maka pemerintah wajib melakukan evaluasi menyeluruh dan terbuka kepada publik untuk menghindari keresahan berkepanjangan.

Harapan Masyarakat dan Langkah yang Diperlukan

Masyarakat Karawang secara umum mendukung pelestarian budaya daerah, namun menuntut agar pemerintah memberikan kebijakan preventif yang matang. Beberapa langkah yang diharapkan oleh masyarakat meliputi:

Samsudin menambahkan bahwa masyarakat tidak anti budaya, tetapi menuntut agar pemerintah tidak mengorbankan keselamatan warga demi kemeriahan acara. "Masyarakat mendukung pelestarian sejarah dan tradisi daerah, tetapi harus ada keseimbangan antara kemeriahan acara dan keselamatan warga," ujarnya.

Status Evaluasi Pemerintah Saat Ini

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Karawang maupun instansi terkait mengenai evaluasi pengamanan dan rekayasa lalu lintas selama berlangsungnya Kirab Mahkota Binokasih. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait sejauh mana kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan warganya saat agenda besar digelar.

Turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu Jubaedah. Semoga almarhumah diberikan Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan untuk menghadapi duka.