KH Adib Rofiuddin Izza, Pengasuh Pesantren Buntet Cirebon Wafat
Pengasuh Pesantren Buntet Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza wafat pada Senin setelah perawatan intensif, meninggalkan warisan pendidikan dan dakwah di Jawa Barat.

KH Adib Rofiuddin Izza Wafat, Pengasuh Pesantren Buntet Cirebon
KH Adib Rofiuddin Izza, pengasuh sekaligus sesepuh Pesantren Buntet di Cirebon, Jawa Barat, wafat pada Senin setelah menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan yang berlangsung beberapa bulan. Kabar duka ini diumumkan oleh Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet, Aris Ni'matullah, yang juga adik kandung almarhum.
Perjalanan Kesehatan Almarhum
Kronologi kesehatan KH Adib mulai terganggu sebelum bulan Ramadhan tahun ini, ketika ia mengalami penurunan kondisi yang membutuhkan perawatan intensif. Meskipun dokter menyarankan untuk tetap beristirahat penuh, almarhum memiliki keinginan yang kuat untuk kembali ke pesantren dan menjalani ibadah Ramadhan bersama para santri, serta merasakan suasana kegiatan keagamaan yang khas di pondok. Setelah menjalani Ramadhan di pesantren dengan pengawasan ketat tenaga medis, kondisi KH Adib sempat membaik dan ia bisa kembali menjalani aktivitas rutin. Namun, beberapa waktu kemudian, kondisinya kembali menurun dan harus dirawat di rumah sakit di Cirebon sebelum akhirnya dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.
"Beliau mendapat perawatan intensif dari tim medis sebelum akhirnya wafat pada Senin," ujar Aris dalam keterangan resminya.
Warisan dan Kontribusi Sosial serta Pendidikan
Aris menegaskan bahwa kepergian adiknya merupakan kehilangan besar bagi seluruh keluarga dan sivitas akademika Pesantren Buntet, serta masyarakat Cirebon pada umumnya. Selama hidupnya, KH Adib dikenal sebagai tokoh sentral dalam pengembangan pendidikan pesantren dan dakwah Islam di wilayah tersebut. Ia memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren, serta aktif membina dan membimbing para santri agar menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Selain itu, KH Adib juga memiliki perhatian besar terhadap masalah sosial masyarakat, dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang bertujuan untuk kesejahteraan warga.
"Beliau juga memiliki perhatian besar terhadap masyarakat dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan," tambah Aris.
Proses Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah KH Adib tiba di Pesantren Buntet pada Senin sore, tepatnya sekitar pukul 13.47 WIB, setelah diberangkatkan dari rumah sakit di Jakarta. Jenazah kemudian dibawa ke Masjid Agung Buntet Pesantren untuk dilaksanakan shalat jenazah, yang dihadiri oleh ratusan keluarga, santri, ulama, dan masyarakat umum yang ingin berduka dan menghormati almarhum. Setelah shalat jenazah, jenazah KH Adib dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Buntet sesuai dengan permintaan keluarga dan wasiat yang pernah disampaikan almarhum selama hidupnya.
Penutup
Kepergian KH Adib Rofiuddin Izza meninggalkan kekosongan di dunia pendidikan dan dakwah di Cirebon, namun warisan dan kontribusinya akan tetap dikenang oleh seluruh sivitas pesantren dan masyarakat. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diberikan tempat terbaik di surga.