Ketua Karang Taruna Cikarang Timur Jajang Nurjaya, S.E. Tegaskan Dukungan Penuh untuk Aliansi FORTAL Nusantara
Karang Taruna Cikarang Timur resmi dukung Aliansi FORTAL Nusantara, menekankan kolaborasi lintas sektor untuk memerangi peredaran narkoba di kalangan pemuda Bekasi.

Aliansi FORTAL Nusantara Dapat Dukungan Karang Taruna Cikarang Timur dalam Perangi Narkoba Pemuda
Cikarang Timur, 19 Februari 2026 – Upaya pencegahan peredaran narkoba di kalangan pemuda semakin menguat berkat sinergi antara organisasi kepemudaan dan gerakan lintas sektor. Karang Taruna Kecamatan Cikarang Timur, dipimpin oleh Jajang Nurjaya, S.E., secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Aliansi FORTAL Nusantara (Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang).
Latar Belakang Masalah Narkoba di Kalangan Pemuda
- Data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2025 menunjukkan peningkatan 15 % kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Barat, dengan konsentrasi tinggi di daerah industri seperti Cikarang.
- Pemuda berusia 15‑24 tahun menjadi target utama jaringan perdagangan narkoba karena faktor ekonomi, tekanan sosial, dan akses mudah melalui jaringan digital.
- Dampak sosial meliputi penurunan prestasi pendidikan, peningkatan kriminalitas, serta beban psikologis pada keluarga.
Situasi ini menuntut respons yang tidak hanya bersifat penegakan hukum, melainkan juga pendekatan preventif dan pendidikan yang melibatkan komunitas akar‑rumput.
Peran Karang Taruna Cikarang Timur
Karang Taruna, sebagai organisasi kepemudaan yang beroperasi di tingkat kecamatan, memiliki keunggulan akses langsung ke lapangan. Jajang Nurjaya menekankan bahwa organisasi mereka tidak hanya menjadi pengamat, melainkan pelaku perubahan.
"Kami di Karang Taruna melihat langsung bagaimana ancaman obat terlarang menyasar generasi muda. Karena itu, kami menyambut dan mendukung penuh terbentuknya Aliansi FORTAL Nusantara sebagai gerakan nyata menyelamatkan masa depan anak‑anak bangsa," – Jajang Nurjaya, Ketua Karang Taruna Cikarang Timur.
Bentuk Dukungan Konkret
- Edukasi: Mengadakan workshop anti‑narkoba di sekolah menengah dan perguruan tinggi setempat.
- Sosialisasi: Membagikan materi kampanye melalui media sosial lokal dan kanal komunitas.
- Pendampingan: Membentuk tim relawan untuk mengidentifikasi dan membantu remaja berisiko.
- Kolaborasi Lapangan: Menyediakan ruang pertemuan bagi FORTAL Nusantara dan mitra lain dalam kegiatan pencegahan.
Aliansi FORTAL Nusantara: Visi dan Strategi
Aliansi FORTAL Nusantara dibentuk pada akhir 2024 dengan tujuan menyatukan elemen masyarakat, aparat, dan media dalam satu jaringan aksi anti‑narkoba. Ketua Umum, Kang Edo, menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner:
- Penguatan Regulasi – Bekerja sama dengan kepolisian dan BNN untuk memperketat kontrol peredaran narkoba.
- Pencegahan Berbasis Komunitas – Mengaktifkan jaringan Karang Taruna, GANISA, FRN Fast Respon Counter POLRI, serta media lokal.
- Rehabilitasi dan Reintegration – Menyediakan program pemulihan bagi pengguna narkoba yang berpotensi kembali ke masyarakat produktif.
Strategi ini dirancang untuk menutup celah antara penegakan hukum dan kebutuhan sosial pemuda.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Keberhasilan
Menurut Jajang Nurjaya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu dalam memerangi jaringan narkoba yang semakin terorganisir. Beberapa poin penting yang diidentifikasi:
- Sinergi Pemerintah dan Masyarakat: Koordinasi antara Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan aparat keamanan mempercepat respons terhadap kasus.
- Peran Media: Penyebaran informasi yang akurat mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran publik.
- Keterlibatan Swasta: Perusahaan di kawasan industri dapat mendukung program CSR yang fokus pada pencegahan narkoba.
Dengan memanfaatkan jaringan yang ada, ruang gerak peredaran narkoba dapat dipersempit secara signifikan.
Tantangan dan Harapan Kedepan
Meskipun dukungan sudah menguat, beberapa tantangan tetap harus dihadapi:
- Fragmentasi Data: Kurangnya data terintegrasi antara lembaga membuat identifikasi hotspot menjadi sulit.
- Stigma Sosial: Anak muda yang terpapar narkoba seringkali mengalami diskriminasi, menghambat proses rehabilitasi.
- Pendanaan: Program preventif memerlukan sumber daya yang berkelanjutan.
Jajang Nurjaya menutup pernyataannya dengan harapan konkret:
"Jika pemuda bergerak bersama, didukung masyarakat dan aparat, maka ruang gerak obat terlarang akan semakin sempit. Karang Taruna Cikarang Timur siap bersinergi demi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing."
Ke depan, Aliansi FORTAL Nusantara diharapkan meluncurkan program pilot di Cikarang Timur, yang dapat direplikasi ke wilayah lain di Jawa Barat. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi indikator penting bagi kebijakan nasional dalam memerangi narkoba.
Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Karang Taruna Cikarang Timur dan informasi publik tentang Aliansi FORTAL Nusantara.