Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ketahanan Pangan Jakarta: Panen Jagung Polda Metro Jaya di Bekasi

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jajaran Kepolisian Republik Indonesia mengawal panen jagung di Bekasi yang strategis untuk ketahanan pangan Jakarta. Panen raya ini melibatkan pejabat tinggi negara dan petani, menunjukkan sinergi kuat dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Ketahanan Pangan Jakarta: Panen Jagung Polda Metro Jaya di Bekasi

Mengawal Lumbung Pangan Nasional: Panen Jagung di Bekasi sebagai Pilar Ketahanan Pangan Jakarta

Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi — Komitmen jajaran Kepolisian Republik Indonesia dalam memperkuat kemandirian pangan nasional terus diwujudkan. Melalui monitoring dan pengawalan intensif, proses panen jagung di Lahan Ketahanan Pangan di Bekasi menjadi sorotan utama. Pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, AKP Elia Umboh, SH, MH, Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Pusat, bersama Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, turun langsung ke lokasi panen di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Kunjungan ini menegaskan pentingnya memastikan seluruh tahapan panen berjalan optimal demi keberlanjutan pasokan pangan.

Panen Raya: Sinergi Tingkat Tinggi untuk Stabilitas Pangan

Kegiatan panen ini merupakan kelanjutan dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang telah sukses dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Menteri Pertanian, Direktur Utama Bulog, serta Kepala Badan Pusat Statistik. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menggarisbawahi posisi strategis sektor pertanian, khususnya budidaya jagung, dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Progres Panen: Dari Mekanis Hingga Sentuhan Petani

Proses panen dimulai dengan pendekatan modern dan tradisional:

Produktivitas dan Tantangan Cuaca

Secara proyeksi, setiap hektare tanaman jagung mampu menghasilkan sekitar 10 ton jagung berat kotor, termasuk tongkol. Setelah dipipil, hasil ini setara dengan kurang lebih 6 ton biji jagung kering yang siap dipasarkan atau diserap oleh lembaga penyangga pangan. Namun, kelancaran proses panen, mulai dari pemangkasan, pemetikan, pengupasan, hingga pemipilan, sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan cuaca, tenda khusus telah disiapkan di area kebun. Fasilitas ini mendukung proses pengupasan dan pemipilan menggunakan mesin, memastikan kegiatan panen tetap berlanjut bahkan dalam cuaca yang kurang bersahabat. Ini menunjukkan perencanaan matang dan komitmen serius semua pihak dalam menjaga kontinuitas hasil panen.

Pengamanan Hasil Panen dan Kolaborasi Strategis

Sebelum didistribusikan ke Bulog atau pihak swasta, jagung pipilan hasil panen akan disimpan sementara di Gudang PT Logam Jaya, milik tokoh masyarakat Haji Zaini Sidi. Gudang yang berlokasi di Jalan Warung Ampel, Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi ini berfungsi menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen hingga siap didistribusikan.

Kegiatan ini lebih dari sekadar laporan teknis; ia merefleksikan sinergi nyata antara aparat penegak hukum, petani, dan masyarakat. Ini adalah pesan inspiratif bahwa kemandirian pangan — pilar utama ketahanan nasional — dapat terwujud melalui kolaborasi erat, kerja nyata, dan pengawalan berkelanjutan demi kesejahteraan bersama. Ini adalah langkah konkret menuju Jakarta yang lebih mandiri pangan dan masyarakat yang lebih sejahtera. Penanaman dan panen jagung ini adalah salah satu upaya serius dalam menjamin ketersediaan pangan bagi ibu kota dan sekitarnya.