Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ketahanan Pangan Jabar: Majalengka Bidik 112 Ribu Ton Jagung di 2026

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Majalengka membidik target ambisius 112 ribu ton produksi jagung pada 2026, menegaskan perannya dalam ketahanan pangan Jabar. Didukung perluasan lahan dan produktivitas tinggi, kabupaten ini siap pertahankan posisi sebagai sentra jagung regional.

Ketahanan Pangan Jabar: Majalengka Bidik 112 Ribu Ton Jagung di 2026

Majalengka Memimpin Ketahanan Pangan Jawa Barat: Target Produksi Jagung 112 Ribu Ton di 2026

Majalengka, Jawa Barat – Kabupaten Majalengka kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan di Jawa Barat. Dengan ambisius, pemerintah daerah menargetkan akumulasi produksi jagung mencapai 112 ribu ton pada tahun 2026. Target ini bukan sekadar angka, melainkan proyeksi strategis yang didukung oleh potensi besar area tanam dan produktivitas petani lokal.

Strategi Peningkatan Produksi dan Luas Lahan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, dalam keterangan resminya, mengungkapkan optimisme terhadap pencapaian target tersebut. "Majalengka mampu menempati peringkat tiga besar se-Jawa Barat dalam serapan jagung. Ini menunjukkan komoditas jagung terus berkembang secara konsisten," ujarnya.

Proyeksi ini didasarkan pada perhitungan cermat mengenai luas lahan tanam dan panen. Diperkirakan, luas tanam jagung akan mencapai 15.460 hektare dengan estimasi luas panen 14.842 hektare pada tahun 2026. Perbedaan antara luas tanam dan panen ini dijelaskan sebagai hasil dari sistem panen lintas tahun yang umum terjadi dalam praktik pertanian. Misalnya, tanaman jagung yang ditanam pada periode Oktober hingga Desember 2025 baru akan dipanen pada tahun 2026, dan siklus serupa akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

Sentra Produksi Utama dan Capaian Gemilang

Lahan jagung di Majalengka tersebar merata di beberapa kecamatan kunci, mencakup:

Keberhasilan ini bukan hal baru bagi Majalengka. Pada tahun 2025, kabupaten ini berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat ketiga serapan jagung di tingkat Provinsi Jawa Barat. Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi jagung. Dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 132 ribu ton, produksi jagung pada periode yang sama di tahun 2025 berhasil melonjak hingga 134 ribu ton. Ini menunjukkan tren positif dan konsistensi pengembangan komoditas jagung di wilayah tersebut.

Implikasi bagi Ketahanan Pangan Regional

Upaya Majalengka dalam meningkatkan produksi jagung memiliki implikasi luas bagi ketahanan pangan regional, khususnya di Jawa Barat. Jagung merupakan komoditas strategis yang tidak hanya penting sebagai bahan pangan manusia, tetapi juga sebagai pakan ternak. Dengan produksi yang stabil dan meningkat, Majalengka berkontribusi dalam:

Komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka ini menjadi contoh nyata bagaimana perencanaan matang dan dukungan terhadap sektor pertanian dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi kemandirian pangan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Kedepan, diharapkan program ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi pertanian mereka.