Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kerja Sama Kanwil Dirjenpas Jabar dan Yayasan MATA Pembinaan Warga

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kanwil Dirjenpas Jawa Barat dan Yayasan MATA untuk pembinaan rohani warga binaan, dengan kehadiran perwakilan Rutan Depok.

Kerja Sama Kanwil Dirjenpas Jabar dan Yayasan MATA Pembinaan Warga

Bandung, 27 Februari 2026 – Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Jawa Barat dan Yayasan Mutiara Tasbih Al-Qur’an (MATA) berlangsung khidmat di lobi Kanwil Dirjenpas Jabar. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembinaan berbasis spiritual untuk warga binaan.

Peran serta Rutan Depok

Perwakilan Rutan Kelas I Depok yang hadir dalam acara adalah Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Thowvik Nur Rohman dan Kepala Sub Seksi Administrasi Perawatan Robby Robani. Kehadiran mereka menegaskan komitmen institusi untuk mendukung program pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas keimanan warga binaan. Dalam keterangan tertulisnya, perwakilan Rutan Depok menyatakan bahwa kolaborasi ini akan membantu menambah variasi program pembinaan yang lebih terarah untuk mendukung proses rehabilitasi warga binaan.

Fokus Utama Kerja Sama

Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pembinaan kepribadian rohani Islam bagi warga binaan, dengan beberapa program inti:

Melalui program-program ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh pembinaan yang lebih komprehensif, sehingga dapat mengubah pola pikir dan perilaku selama menjalani masa pidana.

Arahan Kepala Kanwil Dirjenpas Jabar

Dalam arahannya, Kepala Kanwil Dirjenpas Jawa Barat Kusnali menekankan pentingnya optimalisasi program integrasi bagi warga binaan agar mereka dapat siap kembali ke masyarakat setelah bebas. Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, instansinya akan segera mendata warga binaan untuk mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri.

"Sinergi antara pemasyarakatan dan mitra eksternal adalah kunci untuk menciptakan sistem pembinaan yang humanis dan efektif. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kerja sama serupa di wilayah Jawa Barat," ujar Kusnali.

Harapan dan Dampak Kolaborasi

Perwakilan Yayasan MATA menyatakan bahwa lembaganya siap mendukung program pembinaan yang telah disepakati. Ia menambahkan bahwa spiritualitas adalah bagian penting dari proses rehabilitasi, karena dapat membantu warga binaan menemukan arah hidup baru setelah bebas. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kualitas pembinaan di Rutan-rutan di Jawa Barat akan meningkat secara signifikan. Warga binaan akan memiliki akses ke program pembinaan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, yang pada gilirannya akan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan yang produktif setelah bebas. Selain itu, kehadiran Rutan Depok dalam acara ini juga menunjukkan bahwa institusi pemasyarakatan lokal telah siap untuk berkolaborasi dengan mitra eksternal untuk meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Acara penandatanganan kerja sama ini berlangsung dengan penuh khidmat dan komitmen bersama dari semua pihak. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi proses rehabilitasi warga binaan di Jawa Barat, dan dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan antara instansi pemasyarakatan dan lembaga swasta.

Gambar: Dokumentasi penandatanganan perjanjian kerja sama (sumber: tautan resmi)