Kepala Desa Sukamantri Bekasi: Sosialisasi MBG Harus Diikuti dengan Implementasi Nyata di Sekolah
Kepala Desa Sukamantri Kabupaten Bekasi menyambut baik sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis, berharap program segera diimplementasikan di sekolah setempat dan memberikan manfaat nyata.

Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Aula Kantor Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi pada Kamis, 7 Mei 2026, disambut hangat oleh Kepala Desa Sukamantri. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi upaya penyebaran informasi tentang program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi generasi muda, sambil menyampaikan aspirasi masyarakat akan implementasi nyata program di sekolah-sekolah setempat.
Latar Belakang Sosialisasi Program MBG
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Putih Sari, Anggota DPR RI Komisi IX, yang telah dikenal dengan kontribusi nyata di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kepala Desa Sukamantri menyampaikan terima kasih atas kehadiran beliau, yang dinilai telah datang ke wilayah Sukamantri setidaknya tiga kali sebelumnya untuk memberikan perhatian langsung kepada warga.
"Atas nama Pemerintah Desa Sukamantri dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang sekaligus terima kasih kepada Ibu Dokter Putih Sari yang telah kembali hadir di tengah masyarakat Sukamantri. Kalau saya tidak salah ingat, ini sudah kurang lebih ketiga kalinya beliau datang dan memberikan perhatian langsung kepada wilayah kami," ujar Kepala Desa Sukamantri.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Putih Sari merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa, terutama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan, gizi, dan kesejahteraan keluarga.
Harapan Implementasi Nyata Program MBG di Sekolah Lokal
Salah satu poin krusial dalam sambutan Kepala Desa adalah aspirasi masyarakat Desa Sukamantri yang belum merasakan implementasi MBG di lingkungan sekolah setempat. Meskipun program ini telah banyak diperbincangkan di media sosial dan pemberitaan, warga Sukamantri belum melihat program ini berjalan di sekolah-sekolah di wilayahnya.
"Selama ini masyarakat baru mendengar mengenai Program MBG melalui pemberitaan dan media sosial. Bahkan berbagai polemik maupun pembahasannya juga banyak berkembang di tengah masyarakat. Tetapi untuk wilayah Sukamantri sendiri, sampai hari ini sekolah-sekolah kami belum merasakan langsung program tersebut," ungkapnya.
Meskipun demikian, Kepala Desa menegaskan bahwa pihaknya tetap memandang positif program ini dan memahami bahwa pelaksanaan MBG memerlukan tahapan, mekanisme, serta proses administratif yang harus dijalankan secara bertahap.
"Kami tidak berpikiran negatif. Kami memahami bahwa tentu ada proses dan mekanisme yang harus ditempuh. Karena itu melalui sosialisasi ini, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan yang utuh dan pencerahan langsung dari pihak yang memang memiliki kapasitas dan kewenangan," katanya.
Dorongan untuk Kemajuan Sektor Pertanian di Wilayah Utara Bekasi
Selain membahas program MBG, Kepala Desa juga menaruh harapan besar terhadap kemajuan sektor pertanian di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Ia menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
"Kami berharap aspirasi masyarakat benar-benar bisa terserap dan didengar. Wilayah utara memiliki potensi pertanian yang besar dan harus menjadi perhatian bersama agar ke depan masyarakat semakin maju dan sejahtera," tuturnya.
Kepala Desa berharap wakil rakyat yang berasal dari daerah sekitar dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat bawah untuk mendorong pembangunan sektor pertanian yang lebih baik dan memberikan kesejahteraan bagi para petani.
Penutup dan Ajakan Kebersamaan
Dalam penutup sambutannya, Kepala Desa Sukamantri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan sosialisasi tersebut sebagai momentum memperkuat kebersamaan, memperluas pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah, serta menjaga semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan kesehatan dan kualitas generasi masa depan.
"Semoga pertemuan hari ini membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan menjadi ruang dialog yang baik agar berbagai persoalan maupun pemahaman yang masih berbeda dapat disikapi secara bijak dan penuh semangat kebersamaan," pungkasnya.