Kepadatan Bandung-Garut H+2 Lebaran: Antrian Panjang ke Wisata Garut
Kepadatan arus kendaraan di jalur Bandung-Garut mencapai puncak di H+2 Lebaran, dengan antrian panjang menuju wisata Garut. Polres Garut lakukan rekayasa lalu lintas satu arah dan pantau situasi terus.

Kondisi Padat Jalur Bandung-Garut di H+2 Lebaran 2026
Minggu, hari kedua setelah hari raya Idulfitri 1445 Hijriah, sejumlah ruas jalan utama jalur penghubung Bandung dan Garut mengalami kepadatan arus kendaraan yang cukup parah. Arus lalu lintas padat ini terutama mengarah ke berbagai destinasi wisata populer di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang menjadi tujuan utama wisatawan lokal selama momentum libur Lebaran.
Kabupaten Garut dikenal dengan kekayaan wisata alam mulai dari pantai yang indah, perkebunan teh terluas di Jawa Barat, hingga air terjun yang sejuk. Hal ini membuat banyak keluarga dan individu dari Bandung dan wilayah sekitarnya memilih untuk berwisata ke Garut setelah merayakan hari raya dengan keluarga di rumah.
Titik Tertinggi Kepadatan Lalu Lintas
Sejumlah ruas jalan terpantau padat pada siang hingga menjelang petang hari yang sama, dengan antrian kendaraan yang mencapai beberapa kilometer. Beberapa titik rawan kemacetan yang teridentifikasi antara lain:
- Ruas Tutugan Leles, Kecamatan Leles, yang menjadi akses utama menuju beberapa wisata pesisir Garut
- Persimpangan Jalan Sigobing, Kecamatan Tarogong Kaler, yang menjadi jalur masuk ke destinasi wisata populer seperti Bagendit dan Cipanas Garut
Kepadatan arus kendaraan di kedua titik ini menyebabkan lambatnya perjalanan, dengan waktu tempuh yang mencapai dua kali lipat dari kondisi normal.
Upaya Penanganan dari Kepolisian Resor Garut
Untuk mengurai kepadatan arus kendaraan dan mengembalikan kelancaran lalu lintas, personel kepolisian setempat segera mengambil langkah cepat. Salah satu langkah yang diambil adalah memberlakukan sistem satu arah di beberapa titik strategis sepanjang jalur Bandung-Garut.
Menurut Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah jalur utama untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mengatasi potensi kemacetan yang lebih parah.
"Kami melakukan pengecekan langsung di jalur-jalur utama untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan kondusif," ujar Yugi saat ditemui di lapangan.
Kapolres juga memantau titik rawan kemacetan seperti Limbangan, Malangbong, Tarogong, dan Kadungora, yang sering mengalami kemacetan selama momentum libur Lebaran. Upaya rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah diterapkan di sembilan titik berbeda di jalur Limbangan–Malangbong maupun Kadungora–Leles–Tarogong.
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan
Yugi menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas secara situasional selama masa libur Lebaran. Pihaknya akan segera menerapkan sistem satu arah kembali apabila terjadi kepadatan mendadak di jalur utama, untuk mencegah pembentukan antrian yang lebih panjang.
Selain itu, Kapolres juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kecepatan berkendara sesuai batas yang ditetapkan, dan mengutamakan keselamatan bersama selama berkendara. Ia menekankan bahwa keselamatan bersama adalah prioritas utama selama momentum libur Lebaran, untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan wisatawan.
Penanganan lalu lintas yang dilakukan oleh kepolisian Garut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan arus kendaraan dan memberikan pengalaman libur yang nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Garut selama masa libur Lebaran.