Kenaikan Harga Daging Sapi di Tasikmalaya Jelang Lebaran Capai Rp180 Ribu per Kg
Harga daging sapi di pasar tradisional Tasikmalaya, Jawa Barat, tembus Rp180 ribu per kg jelang Lebaran 1447 H, akibat kenaikan daya beli dan kendala pasokan akibat cuaca ekstrem.

Kondisi Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 1447 H di Tasikmalaya
Sebelum menyambut Lebaran 1447 Hijriah, harga berbagai komoditas kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan. Mulai dari cabai, telur, beras, hingga daging sapi yang kini tembus Rp180 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan daya beli masyarakat dan kendala pasokan akibat kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Dalam wawancara dengan wartawan pada Jumat (20/3/2026), Dinda (44), warga Kalektoran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok semakin tinggi jelang Lebaran. Dia menyebut beberapa harga komoditas yang melonjak drastis:
- Cabai rawit: Rp95 ribu per kg
- Cabai merah lokal: Rp70 ribu per kg
- Cabai merah japlak: Rp95 ribu per kg
- Cabai merah kriting: Rp70 ribu per kg
- Cabai domba: Rp110 ribu per kg
Selain cabai, harga sayuran juga mengalami kenaikan sekitar Rp1.500 per kg, termasuk buncis, wortel, bunga kol, kangkung, dan tomat. Dinda juga menambahkan daftar harga bahan pokok lainnya yang naik jelang Lebaran:
- Daging sapi: Rp160.000 hingga Rp180.000 per kg
- Daging ayam: Rp48.000 per kg
- Beras medium: Rp13.500 per kg
- Beras premium: Rp14.000 hingga Rp16.000 per kg
- Telur ayam: Rp32.000 per kg
- Minyak goreng curah: Rp24.000 per kg
- Minyakita kemasan: Rp20.000 per kg
Menurutnya, pemerintah daerah telah meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) beberapa hari sebelumnya, namun langkah ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga bahan pokok di pasar tradisional.
Perspektif Pedagang Daging Sapi di Pasar Cikurubuk
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Cikurubuk, Solihin (55), mengkonfirmasi kenaikan harga daging sapi yang terjadi saat ini. Dia menyebut bahwa harga daging sapi potong semula berada di Rp140.000 per kg, kemudian naik menjadi Rp150.000, dan kini mencapai Rp180.000 per kg jelang Lebaran 1447 H.
"Kenaikan harga daging sapi memang sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, mulai dari Rp110.000 per kg, kemudian naik menjadi Rp125.000, dan kini mencapai titik Rp180.000. Kenaikan ini biasanya terjadi setiap jelang Idulfitri," ujar Solihin.
Solihin juga menambahkan bahwa faktor utama kenaikan harga saat ini adalah jumlah pedagang yang beroperasi semakin sedikit, ditambah peningkatan permintaan dari pembeli yang ingin menyiapkan hidangan Lebaran. Dia menyebut bahwa harga daging sapi biasanya akan turun kembali setelah hari raya tiba.
Analisis Faktor Kenaikan Harga Komoditas
Menurut analisis jurnalistik, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga komoditas bahan pokok di Tasikmalaya jelang Lebaran 1447 H:
- Kendala Pasokan Lokal: Beberapa lahan pertanian di sekitar Tasikmalaya tertimbun longsor dan banjir akibat cuaca ekstrem, sehingga mengganggu proses panen dan distribusi komoditas segar ke pasar.
- Peningkatan Daya Beli Masyarakat: Masyarakat umumnya meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran, termasuk bahan pangan, sehingga permintaan meningkat drastis dalam periode singkat.
- Faktor Musiman: Kenaikan harga daging sapi dan bahan pokok lainnya adalah fenomena tahunan yang terjadi jelang Idulfitri, karena permintaan yang tinggi dan biaya produksi yang meningkat seiring dengan permintaan.
Solihin juga menegaskan bahwa kenaikan harga daging sapi bukan hanya terjadi di Tasikmalaya, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Namun, tingkat kenaikan di setiap wilayah bisa berbeda tergantung pada kondisi pasokan dan permintaan lokal.
Dampak dan Harapan Masyarakat
Kenaikan harga bahan pokok jelang Lebaran ini tentunya memberikan dampak bagi masyarakat yang sedang menyiapkan kebutuhan hari raya. Banyak keluarga harus menyesuaikan pola belanja mereka, atau mencari alternatif bahan pangan yang lebih terjangkau.
Meskipun pemerintah telah melakukan upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok, seperti peluncuran Gerakan Pangan Murah, langkah ini tampaknya belum cukup untuk menekan kenaikan harga di pasar tradisional. Dinas Perdagangan Kota Tasikmalaya diharapkan dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap harga bahan pokok, serta meningkatkan distribusi komoditas untuk memastikan ketersediaan yang cukup jelang hari raya.