Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kenaikan Harga Daging Sapi dan Cabai Lokal di Tasikmalaya Jelang Iduladha

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Harga daging sapi, cabai merah lokal, dan komoditas pokok lainnya naik drastis di pasar tradisional Tasikmalaya jelang Iduladha 1447 Hijriah akibat cuaca buruk dan pasokan terbatas

Kenaikan Harga Daging Sapi dan Cabai Lokal di Tasikmalaya Jelang Iduladha

Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sejumlah pasar tradisional di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat, tercatat mengalami lonjakan harga komoditas pokok secara signifikan. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi faktor cuaca yang tidak menentu dan belum masuknya masa panen raya di tingkat petani, yang menyebabkan pasokan ke pasar semakin terbatas. Kenaikan harga ini terlihat merata di beberapa pasar besar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, yang menjadi pusat perdagangan bahan pokok di wilayah tersebut.

Kondisi Pasar di Wilayah Tasikmalaya

Kenaikan harga tercatat merata di beberapa pasar besar di wilayah Tasikmalaya, antara lain Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Pasar Manonjaya, dan Pasar Singaparna. Salah satu pedagang di Pasar Cikurubuk, Heris (55), yang telah berprofesi sebagai pedagang bahan pokok selama lebih dari 20 tahun, mengungkapkan bahwa lonjakan harga paling tajam terjadi pada komoditas cabai merah lokal.

"Untuk cabai merah lokal sekarang mencapai Rp120 ribu per kg karena pasokan dari petani menipis akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Beberapa hari lalu, harga cabai ini masih berada di kisaran Rp90 ribu per kg, jadi kenaikannya cukup signifikan," ujarnya pada Selasa (26/5). Heris menambahkan bahwa permintaan cabai merah lokal juga meningkat pesat menjelang Iduladha, karena banyak masyarakat yang menggunakannya untuk hidangan hari raya.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan

Selain cabai merah lokal, beberapa kelompok komoditas juga terpengaruh oleh fluktuasi harga:

Imbauan dan Pemantauan dari Otoritas

Penata Layanan Operasional UPT Pasar Induk Cikurubuk, Dodi Indra, menyatakan bahwa pihaknya telah menambah jumlah petugas pemantau di beberapa pasar tradisional untuk mengawasi pergerakan harga dan mencegah praktik harga monopoli. Ia mengakui bahwa daya beli masyarakat cenderung meningkat drastis menjelang Iduladha, yang berimbas pada kenaikan harga di tingkat pedagang.

"Kami meminta warga jangan panic buying atau berbelanja secara berlebihan. Kenaikan ini memang terjadi karena hukum pasar saat permintaan tinggi dan pasokan berkurang, namun stok dipastikan masih tersedia untuk mencukupi kebutuhan hari raya. Kami juga telah berkoordinasi dengan para pemasok untuk memastikan bahwa pasokan bahan pokok terus masuk ke pasar secara teratur," pungkas Dodi.

Informasi Terkait

Sebagai informasi, wilayah lain di Indonesia juga telah mengambil langkah serupa untuk mengawasi harga pangan jelang Iduladha, termasuk Kota Tangerang Selatan yang memperketat pengawasan pasar untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar.

Meskipun terjadi kenaikan harga, pihak berwenang memastikan bahwa stok bahan pokok masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Iduladha. Masyarakat diimbau untuk membeli bahan pokok sesuai kebutuhan, dan dapat menghubungi pihak berwenang jika menemukan praktik harga yang tidak wajar di pasar tradisional.