Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kemensos Hadirkan Layanan Shiatsu Tunanetra di Wyata Guna Bandung

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Rumah Bugar Wyata Guna Bandung menawarkan layanan terapi pijat, shiatsu, dan spa dari terapis tunanetra dengan tarif Rp75 ribu per jam, inisiatif inklusivitas Kementerian Sosial.

Kemensos Hadirkan Layanan Shiatsu Tunanetra di Wyata Guna Bandung

Layanan Terapi Pijat dan Shiatsu Inklusif di Sentra Wyata Guna Bandung

Ketika memasuki pintu gerbang Sentra Wyata Guna di Jalan Pajajaran Kota Bandung, pengunjung akan disambut oleh aroma minyak kayu putih yang segar dan tumpukan kain bersih yang rapi. Tempat ini telah beroperasi lebih dari satu dekade sebagai pusat rehabilitasi penyandang disabilitas netra, dan kini menyediakan layanan terapi yang unik: sentuhan terapi dari para terapis tunanetra yang terlatih.

Profil Rumah Bugar Wyata Guna Bandung

Inisiatif Rumah Bugar Wyata Guna Bandung dihadirkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang menawarkan tiga jenis layanan terapi: pijat tradisional, shiatsu, dan spa. Seluruh layanan ini dilakukan oleh para terapis tunanetra yang telah melalui pelatihan intensif. Tarif yang ditawarkan sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp75.000 per jam, yang membuat layanan ini dapat diakses oleh berbagai latar belakang pengunjung.

Para terapis bekerja secara bergantian sesuai dengan keahlian masing-masing, apakah itu pijat tradisional atau shiatsu. Setiap terapis memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan pengalaman terapi yang nyaman dan efektif bagi pengunjung.

Fasilitas dan Standar Kebersihan yang Ketat

Ruang layanan di Rumah Bugar Wyata Guna dirancang dengan rapi dan bersih, dengan pemisahan antara ruang pijat tradisional, shiatsu, dan spa. Pemisahan ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga kebersihan, tetapi juga untuk memberikan privasi bagi setiap pengunjung. Di ruang pijat dan shiatsu, terdapat lebih dari delapan tempat tidur beralas matras kesehatan yang siap digunakan.

Sebelum memulai terapi, pengunjung diminta untuk berganti pakaian khusus yang disediakan oleh pusat. Para terapis juga menerapkan standar kebersihan yang sangat ketat, antara lain:

Kepala Kelompok Kerja Residensial, Vokasional, dan SKA Sentra Wyata Guna Bandung, Vivin Harwati Suffiar, menjelaskan perbedaan antara kedua jenis terapi utama:

"Massage tradisional itu menggunakan minyak, sementara Shiatsu tidak," ujar Vivin pada Jumat (23/1).

Keterampilan dan Kepekaan Sentuhan Terapis Tunanetra

Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, para terapis tunanetra di Rumah Bugar Wyata Guna tidak mengalami hambatan dalam mengenali titik-titik tubuh manusia. Mereka telah menghafal anatomi tubuh secara detail dan mengembangkan kepekaan sentuhan yang tinggi melalui pelatihan bertahun-tahun.

Pada terapi shiatsu, para terapis memberikan tekanan pada lebih dari 20 titik tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki. Tekanan ini diberikan melalui handuk, sehingga tidak ada kontak langsung antar kulit, yang membutuhkan ketepatan, kekuatan, dan kepekaan sentuhan yang luar biasa.

Layanan ini tidak hanya melayani pengunjung umum, tetapi juga atlet yang membutuhkan pemulihan stamina dan peredaan nyeri pasca-pertandingan. Hal ini menunjukkan pengakuan profesional terhadap kemampuan dan kualitas terapis tunanetra di Sentra Wyata Guna.

Pengunjung juga dapat memilih durasi layanan antara satu atau dua jam, serta menentukan terapis berdasarkan jenis kelamin sesuai preferensi mereka.

Sertifikasi dan Peluang Karier yang Menjanjikan

Para terapis yang bekerja di Rumah Bugar Wyata Guna Bandung telah melalui proses pelatihan dan magang selama enam bulan sebelum dapat mulai melayani pengunjung. Selain itu, mereka juga mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), sehingga kompetensi mereka diakui secara nasional.

Menurut Vivin Harwati Suffiar, banyak alumni pelatihan Rumah Bugar Wyata Guna yang berhasil membuka usaha sendiri:

"Berbekal pengalaman, kesabaran dan kesungguhan hati banyak para terapis alumni dari sini membuka jasa terapi pijat tradisional dengan penghasilan di atas Rp3 juta per bulan," ungkap Vivin.

Hal ini menunjukkan bahwa layanan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengunjung, tetapi juga memberikan peluang karier yang mandiri bagi para penyandang disabilitas netra.

Melalui Rumah Bugar Wyata Guna Bandung, Kementerian Sosial tidak hanya menghadirkan layanan terapi berkualitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran tentang kemandirian dan inklusivitas. Dari sentuhan tangan para terapis tunanetra, hadir pesan yang lebih lantang daripada kata-kata: tentang kepercayaan, kesempatan, dan inklusivitas yang nyata dirasakan, perlahan, dari ujung kepala hingga ujung kaki.