Kemenbud dukung Benteng Palasari Sumedang jadi cagar budaya nasional
Kementerian Kebudayaan RI berkomitmen melakukan riset mendalam terhadap Benteng Palasari Sumedang untuk mendorongnya menjadi cagar budaya nasional dan mengembangkannya sebagai destinasi wisata budaya, beserta situs sejarah lain di wilayah tersebut.

Latar Belakang Benteng Palasari: Situs Sejarah yang Menunggu Pengakuan Nasional
Benteng Palasari, yang terletak di Sumedang, Jawa Barat, merupakan situs sejarah yang telah berdiri sejak awal tahun 1914. Meskipun memiliki nilai sejarah yang tinggi, hingga saat ini benteng yang terdiri dari delapan bangunan tersebut belum mendapatkan status cagar budaya nasional. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) kini berkomitmen untuk mengubah hal ini melalui upaya riset mendalam terhadap situs tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang melakukan kunjungan ke Sumedang pada hari Sabtu, menegaskan bahwa riset adalah tahap awal yang krusial untuk mengungkap seluruh potensi dan sejarah Benteng Palasari sebelum mengajukan status cagar budaya nasional.
"Tentu kita harus melakukan satu riset terkait dengan benteng ini, bagaimana proses pembuatannya, peruntukannya, dan apa yang terjadi di sini. Jadi kita berharap cagar budaya seperti ini nanti bisa kita jadikan cagar budaya nasional," jelasnya.
Riset Mendalam: Langkah Penting untuk Mengungkap Sejarah Lengkap Benteng Palasari
Riset yang akan dilakukan oleh Kemenbud tidak hanya berfokus pada struktur fisik Benteng Palasari, tetapi juga pada konteks sejarahnya secara komprehensif. Beberapa area riset utama yang akan dilakukan antara lain:
- Proses pembangunan Benteng Palasari pada awal tahun 1914, termasuk tenaga kerja yang terlibat dan teknologi yang digunakan
- Fungsi dan peruntukan benteng selama masa kolonial Belanda serta pasca kemerdekaan Indonesia
- Peristiwa sejarah penting yang terjadi di lokasi situs, seperti perjuangan lokal atau aktivitas strategis
- Kondisi struktural bangunan untuk menentukan langkah pelestarian dan pemanfaatan yang tepat
Menurut Menteri Fadli, hasil riset ini akan menjadi dasar yang kuat untuk mendukung pengajuan status cagar budaya nasional, sekaligus memberikan informasi akurat bagi pengembangan situs sebagai destinasi wisata budaya.
Potensi Benteng Palasari Sebagai Destinasi Wisata Budaya yang Hidup
Selain mendapatkan status cagar budaya nasional, Kemenbud juga berharap Benteng Palasari dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya yang hidup dengan narasi sejarah yang kuat dan literasi budaya yang terintegrasi. Struktur bangunan yang masih cukup kuat dan adanya berbagai ruang dengan posisi beragam menjadi potensi besar untuk dijadikan tempat edukasi dan hiburan bagi pengunjung.
Misalnya, ruang-ruang di dalam benteng dapat diubah menjadi galeri pameran yang menampilkan artefak sejarah dari situs tersebut, atau area untuk kegiatan workshop budaya lokal. Dengan adanya narasi yang jelas dan menarik, pengunjung dapat lebih memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung di Benteng Palasari, sehingga wisata tidak hanya sekedar melihat, tetapi juga belajar dan merasakan.
Situs Sejarah Lain di Sumedang yang Perlu Perhatian Serupa
Selain Benteng Palasari, Menteri Fadli juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa situs sejarah lain di wilayah Sumedang yang memiliki nilai penting dan perlu mendapatkan perhatian serupa. Di antaranya adalah Situs Gunung Kunci dan Makam Pahlawan Cut Nyak Dien.
Situs Gunung Kuncidipercaya memiliki hubungan erat dengan kerajaan lokal di masa lampau, sementara Makam Pahlawan Cut Nyak Dien merupakan simbol perjuangan nasional yang perlu dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Kemenbud berencana untuk melakukan evaluasi terhadap situs-situs ini dan menentukan langkah pelestarian yang sesuai.
Kesimpulan: Harapan untuk Pelestarian dan Pemanfaatan Situs Sejarah Sumedang
Upaya Kemenbud untuk melakukan riset mendalam terhadap Benteng Palasari dan situs sejarah lain di Sumedang merupakan langkah positif dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Dengan mendapatkan status cagar budaya nasional dan dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, situs-situs ini tidak hanya akan dilestarikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal dan meningkatkan literasi budaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Diharapkan riset dapat segera dilakukan dan hasilnya dapat segera diimplementasikan, sehingga Benteng Palasari dan situs sejarah lain di Sumedang dapat menjadi sumber kebanggaan bagi daerah dan negara.