Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur: Dua Perjalanan KA Bandung Dibatalkan
Insiden kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan KAI Daop 2 Bandung membatalkan dua perjalanan kereta. Evakuasi korban dan penanganan lokasi masih berlangsung, dengan tujuh korban meninggal dan 81 dirawat di RS.

Latar Belakang Insiden Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Insiden kecelakaan kereta api maut terjadi pada Senin (27/4/2026) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kecelakaan ini melibatkan Kereta Commuter Line dan sebuah kereta api jarak jauh, yang menyebabkan gangguan luas pada operasional kereta api di wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta.
Dampak ke Perjalanan Kereta Api Daop 2 Bandung
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengkonfirmasi bahwa dua perjalanan kereta jarak jauh akan dibatalkan akibat proses evakuasi dan penanganan lokasi insiden yang masih berlangsung. Dua perjalanan tersebut adalah:
- KA Parahyangan 139B yang berangkat dari Bandung pukul 19.25 WIB
- KA 140B yang berangkat dari Gambir pukul 23.05 WIB
Pembatalan berlaku untuk lintasan Karawang-Gambir PP, sebagai langkah untuk memastikan keselamatan penumpang dan petugas di lapangan. Kuswardojo juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas kejadian ini dan turut berduka cita dengan semua korban yang terlibat.
"Dua perjalanan KA Parahyangan 139B berangkat Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B berangkat Gambir 23.05 WIB kami batalkan sebagian perjalanannya untuk lintas Karawang-Gambir PP," ujar Kuswardojo, Selasa (28/4/2026).
Penanganan Korban dan Evakuasi
PT Kereta Api Indonesia memfokuskan seluruh upaya pada evakuasi penumpang dan penanganan rangkaian kereta yang terlibat dalam insiden. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengkonfirmasi bahwa 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat dari kecelakaan ini. Mereka akan diangkut menggunakan bus ke Stasiun Gambir, karena operasional kereta api dari Jakarta sementara dihentikan, baik dari Pasar Senen maupun Gambir.
"Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," ujar Anne Purba.
"240 orang penumpang Argo Anggrek semuanya selamat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafi'i menyampaikan bahwa tiga korban yang terjepit di gerbong Commuter Line berhasil dievakuasi dan diserahkan ke tim medis. Namun, tim gabungan masih melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban tersisa di dalam rangkaian kereta. Hingga saat ini, terdapat tujuh korban yang meninggal dunia, sedangkan 81 orang sedang dirawat di berbagai rumah sakit di sekitar Kota Bekasi.
"Barusan yang terevakuasi tiga. Kita hanya menyerahkan ke tim medis," ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur.
"Kita belum bisa memastikan tapi yang pasti sudah barusan. Tiga hidup sudah berhasil kita evakuasi. Kita akan meyakinkan apakah ada sisa korban di dalam kereta," tambahnya.
Komunikasi dan Update Terkini
KAI telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini, menekankan bahwa prioritas utama adalah keselamatan semua pihak di lokasi. Perusahaan juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang akibat pembatalan dan penundaan perjalanan.
Penumpang yang memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan pelanggan KAI di nomor 121 atau mengakses situs web serta aplikasi resmi KAI untuk update terbaru mengenai perjalanan kereta api.
Pengaruh Insiden terhadap Layanan Kereta di Jawa Barat
Insiden ini menyebabkan gangguan luas pada layanan kereta api di wilayah Jawa Barat, terutama di koridor Jakarta-Bandung. Selain pembatalan perjalanan KA Daop 2 Bandung, beberapa perjalanan kereta lain juga mengalami penundaan sementara akibat penutupan lintasan untuk evakuasi. KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap protokol keselamatan di stasiun-stasiunnya untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.