Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebutuhan Hewan Kurban Sumedang Naik 15% Jelang Idul Adha 1447 H

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang melaporkan peningkatan 15 persen kebutuhan hewan kurban Idul Adha 1447 H, dengan pasokan lokal terjamin dan pengawasan ketat untuk keamanan pangan.

Kebutuhan Hewan Kurban Sumedang Naik 15% Jelang Idul Adha 1447 H

Jelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencatat peningkatan kebutuhan hewan kurban sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini diungkapkan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Sumedang, yang menyatakan kenaikan tersebut tetap berada dalam tren kondusif dan terkendali setiap tahun menjelang perayaan ibadah kurban.

Data Kebutuhan Hewan Kurban Sumedang 1447 H

Pada tahun 2025, jumlah hewan kurban yang digunakan di Sumedang tercatat mencapai 10.297 ekor, dengan rincian sebagai berikut:

Berdasarkan proyeksi kenaikan 10 hingga 15 persen, kebutuhan hewan kurban Sumedang pada tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 11.327 hingga 11.842 ekor. Kepala Diskanak Sumedang, Asep Aan Dahlan, menegaskan bahwa tren peningkatan ini tidak menimbulkan kekhawatiran, karena tetap dalam batas yang wajar dan terkontrol.

"Kalau melihat tren peningkatan terakhir tentu ada peluang untuk meningkat. Cuma enggak banyak paling 10 hingga 15 persen masih kondusif dan terkendali," ujarnya dalam wawancara di Sumedang, Kamis.

Pasokan Lokal yang Terjamin dan Peran Sentra Peternakan

Meskipun terjadi peningkatan kebutuhan, pihaknya memastikan bahwa pasokan hewan kurban dapat sepenuhnya dipenuhi oleh peternak lokal. Bahkan, Sumedang diakui sebagai sentra peternakan yang mampu memasok kebutuhan hewan kurban tidak hanya untuk wilayahnya sendiri, tetapi juga untuk beberapa daerah lain di Jawa Barat. Menurut data Diskanak 2025, lebih dari 50 persen kebutuhan hewan kurban di Sumedang berasal dari dalam daerah. Hal ini menunjukkan kekuatan potensi peternakan lokal yang ada di kabupaten tersebut. Populasi ternak penopang kurban di Sumedang juga cukup besar, meliputi:

Sebaran sentra peternakan di Sumedang juga tersebar di beberapa wilayah strategis. Sapi potong terkonsentrasi di bagian timur kabupaten, seperti Kecamatan Situraja, Jatigede, dan Tomo. Sementara domba sebagian besar terpusat di Kecamatan Tanjungsari, yang menjadi salah satu pusat produksi ternak domba di Jawa Barat.

Pengawasan Ketat untuk Menjamin Kesehatan dan Keamanan Pangan

Untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan aman, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Sumedang terus memperketat pengawasan melalui sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Setiap UPT dilengkapi dengan dokter hewan dan paramedik yang melakukan pemeriksaan langsung ke peternak, terutama untuk memantau lalu lintas ternak antar wilayah. Setiap hewan yang lolos pemeriksaan akan diberikan kalung sehat serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat untuk didistribusikan ke wilayah lain. Menurut Asep Aan Dahlan, langkah pengawasan ini bertujuan untuk memitigasi potensi penyebaran penyakit menular dari hulu, serta menjamin kesehatan ternak dan keamanan pangan bagi masyarakat Sumedang.

"Setiap UPT itu ada dokter hewan dan paramedik yang akan datang langsung ke peternakan untuk melakukan mitigasi potensi menular langsung dari hulu," katanya.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Diskanak Sumedang berharap seluruh kebutuhan hewan kurban dapat terpenuhi dengan baik pada Idul Adha 1447 H, tanpa hambatan dan dengan menjaga standar keamanan pangan yang tinggi.