Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebutuhan Darah Cianjur 1.800 Labu, Strategi PMI Jelang Puasa

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kebutuhan darah di Cianjur mencapai 1.800 labu per bulan untuk 6 rumah sakit. PMI dan Pemkab mengajak masyarakat rutin donor, terutama menjelang bulan puasa.

Kebutuhan Darah Cianjur 1.800 Labu, Strategi PMI Jelang Puasa

Data Kebutuhan Darah Cianjur Mencapai 1.800 Labu Per Bulan

Kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur tercatat terus mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur, kebutuhan darah per bulan untuk enam rumah sakit di wilayah tersebut mencapai 1.800 labu. Angka ini bahkan diprediksi dapat terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Kepala Unit Donor Darah PMI Cianjur, Susilawati, mengungkapkan bahwa pihaknya harus melakukan berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain meningkatkan sosialisasi donor darah di dalam ruangan, PMI juga menggelar kegiatan donor darah massal di luar kota Cianjur.

"Rata-rata per bulan 1.800 labu darah untuk kebutuhan enam rumah sakit di Cianjur bahkan lebih, sehingga kami melakukan berbagai cara selain meningkatkan sosialisasi donor ke dalam ruangan juga melakukan donor darah masal di luar kota," ujar Susilawati.

Tantangan Pendonor Menjelang Bulan Puasa

Menghadapi bulan suci Ramadhan, PMI Cianjur memprediksi akan terjadi penurunan jumlah pendonor darah. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angka partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah cenderung menurun selama bulan puasa.

Namun demikian, kebutuhan darah di fasilitas kesehatan tetap tinggi. Untuk mengantisipasi kondisi ini, PMI Cianjur menyiapkan sejumlah strategi khusus agar stok darah tetap terjaga.

Strategi PMI Cianjur Selama Bulan Ramadhan

PMI Cianjur tetap membuka layanan donor darah selama bulan puasa dengan penyesuaian jadwal. Beberapa strategi yang diterapkan antara lain:

Susilawati menegaskan bahwa pelayanan donor darah akan tetap berjalan normal selama bulan puasa. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan waktu setelah berbuka atau sebelum sahur untuk mendonorkan darahnya.

Ajakan Wakil Bupati Ramzi untuk Gen Z

Menyikapi tingginya kebutuhan darah tersebut, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk rutin melakukan donor darah. Ia menargetkan generasi muda, khususnya Gen Z yang telah memenuhi syarat usia, untuk berpartisipasi aktif.

Ramzi menyarankan agar masyarakat melakukan donor darah secara rutin setiap tiga bulan sekali. Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh sendiri, aktivitas ini juga memiliki dampak sosial yang besar karena dapat menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan.

"Saat ini kebutuhan darah cukup tinggi, sehingga saya minta seluruh kalangan termasuk gen Z yang sudah cukup umur dapat rutin mendonorkan darahnya tiga bulan sekali, karena selain sehat tentunya dapat menyelamatkan nyawa orang yang membutuhkan," kata Ramzi.

Manfaat Ganda Donor Darah Rutin

Donor darah secara rutin memiliki dua manfaat utama yang saling melengkapi. Bagi pendonor, aktivitas ini terbukti baik untuk kesehatan karena dapat membantu meregenerasi sel-sel darah baru dan meningkatkan sirkulasi darah.

Bagi penerima, darah yang didonorkan dapat menjadi penentu keselamatan nyawa, terutama bagi pasien yang menjalani operasi, penderita thalasemia, atau korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi darah segera.

Kolaborasi Pemerintah dan PMI

Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Wakil Bupati Ramzi terus mendorong kolaborasi dengan PMI untuk memastikan ketersediaan stok darah tetap terjaga. Upaya ini termasuk menggalang partisipasi dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintah, swasta, hingga masyarakat umum.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan PMI, diharapkan kebutuhan darah di Cianjur dapat terpenuhi secara berkelanjutan, baik pada hari-hari biasa maupun selama bulan Ramadhan.