Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kebakaran Cisurupan Garut: 6 Ribu Ayam Hangus, Rp700 Juta

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Insiden kebakaran kandang ayam di Cisurupan Garut dini hari Sabtu menyebabkan 6 ribu ekor ayam hangus dan kerugian Rp700 juta. Api dipicu korsleting listrik, tim berhasil mencegah penyebaran lebih luas.

Kebakaran Cisurupan Garut: 6 Ribu Ayam Hangus, Rp700 Juta

Kebakaran Dini Hari di Cisurupan Garut

Pada Sabtu (28/2) pukul 03.30 WIB, insiden kebakaran melanda dua kandang ternak ayam di Kampung Batu Reog, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibat bencana ini, sekitar 6 ribu ekor ayam mati terbakar, dengan total kerugian materiil mencapai Rp700 juta, menurut data resmi Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut.

Penyebab Awal Kebakaran

Menurut keterangan saksi pemilik kandang, api pertama kali terdeteksi sebagai sumber api kecil di dalam kandang. Dalam beberapa menit, api cepat membesar dan menyebar ke seluruh atap kandang yang terbuat dari material mudah terbakar. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korsleting instalasi listrik yang sudah rusak menjadi penyebab utama insiden ini. Kepala Disdamkar Kabupaten Garut Usep Basuki Eko menjelaskan bahwa kandang yang terbakar adalah bangunan dua lantai berukuran 5x10 meter yang digunakan untuk pemeliharaan ayam potong. "Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp700 juta, dengan seluruh populasi ayam di dalam kandang hangus terbakar," ujar Basuki.

Proses Penanggulangan dan Penyelamatan

Setelah menerima laporan dari saksi, tim Disdamkar Garut segera menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Unit pertama adalah mobil damkar pancar dari Sektor Cikajang, sedangkan unit kedua adalah mobil damkar water supply yang berasal dari Markas Utama Disdamkar Kabupaten Garut. Tim penanggulangan api bekerja dengan cepat untuk memadamkan kobaran api dan mencegah penyebaran ke area sekitarnya. Upaya ini berhasil menekan api dan mencegah kerusakan lebih luas, termasuk menyelamatkan dua kandang ayam yang berada di sebelah kanan dan kiri lokasi kejadian. Proses pemadaman selesai dalam waktu sekitar dua jam, dan situasi di lokasi dinyatakan aman oleh tim pemadam. Setelah selesai memadamkan api, tim melakukan pengecekan akhir untuk memastikan tidak ada sisa api yang bisa menyala kembali, serta membersihkan sisa-sisa material terbakar di lokasi.

"Kami bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Meskipun kerugian materiil cukup besar, upaya cepat tim penanggulangan api berhasil menyelamatkan aset lain di sekitar lokasi," tambah Basuki.

Bantuan Kepolisian dan Imbauan Keamanan

Selain Disdamkar, Kepala Polsek Cisurupan Iptu Yulius Siswantoro juga turut hadir di lokasi untuk membantu pengamanan area dan melakukan pemeriksaan awal penyebab kebakaran. Pemeriksaan ini mengkonfirmasi dugaan awal bahwa korsleting instalasi listrik yang rusak menjadi penyebab utama insiden ini. Dalam kesempatan ini, Siswantoro mengimbau kepada seluruh warga di Kabupaten Garut, terutama yang memiliki usaha ternak atau bangunan dengan instalasi listrik, untuk secara rutin memeriksa kondisi instalasi listrik mereka. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden serupa yang bisa menyebabkan kerugian materiil dan bahkan korban jiwa. "Keselamatan adalah prioritas utama. Pastikan semua instalasi listrik di bangunan Anda dalam kondisi baik, dan segera perbaiki kerusakan yang ditemukan. Jangan menunda perbaikan instalasi listrik yang rusak, karena bisa menyebabkan kebakaran yang berbahaya," ujar Siswantoro.

Kesimpulan

Insiden kebakaran ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik, terutama di area yang digunakan untuk usaha ternak yang menggunakan banyak peralatan listrik. Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan perawatan yang tepat, warga bisa mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan dan melindungi aset serta nyawa mereka dari bahaya kebakaran.