Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

KDM Minta Wali Kota Tasikmalaya Sanksi Nakes yang Hina Pasien JKN BPJS

KDM · Oleh ·

Pasien JKN di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya mengeluh menunggu 8 jam, lalu dihina tenaga kesehatan via media sosial. Pasien itu kemudian meninggal. KDM minta sanksi.

KDM Minta Wali Kota Tasikmalaya Sanksi Nakes yang Hina Pasien JKN BPJS

Yurizal Tri Chaerawan awalnya hanya ingin mengeluhkan layanan di RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Dia seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan yang telah menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Keluhannya itu diaunggah ke media sosial pada Juli 2026.

Balasan yang dia terima jauh dari yang dia harapkan. Akun media sosial milik Norma Zahara, tenaga kesehatan di rumah sakit yang sama, menulis komentar bernada hina. "Miskin Harta, Miskin Akal, tapi pengen diistimewa," tulis Norma.

Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026 saat masih dalam perawatan rumah sakit. Kematiannya membuat komentar Norma viral dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

Baca Juga: 178 Pekerja PT Namnam Fashion Industries Cimahi Kena PHK, Dedi Mulyadi Imbau Pindah ke Industri Baru

Staf Administrasi RSUD Dr. Seokardjo Diduga Hina Pasien BPJS yang Sempat Keluhkan Waktu Tunggu 8 Jam [tautan artikel sendiri]

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kasus ini dengan blak-blakan. Dia mengingatkan bahwa seorang pelayan masyarakat tidak boleh melontarkan pernyataan tidak pantas kepada warga yang dilayaninya.

"Saya yakin, nanti, pasti ada ketentuan yang bisa diterapkan. Tentu saja bentuknya sanksi kepada nakes yang bersangkutan," tegas Dedi saat dimintai tanggapan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Targetkan Selesai Bongkar dan Tata Ulang Teras Cihampelas Oktober 2026

Manajemen RSUD dr. Soekardjo telah menonaktifkan Norma dari jabatannya. Norma sendiri kemudian mengunggah permohonan maaf dan menyatakan siap menerima konsekuensi.

"Soal pekerjaan, saya bertanggung jawab penuh. Saya bersedia masalah ini diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. Saya siap menerima konsekuensi apapun, sesuai dengan aturan," katanya.

Di luar kematian Yurizal, kasus ini menyoroti ketegangan yang kerap muncul di layanan publik, terutama di fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN. Keluhan soal waktu tunggu memang bukan hal baru di banyak rumah sakit di Jawa Barat. Kasus di Tasikmalaya ini menjadi例 nyata bagaimana satu komentar tidak pantas di media sosial bisa mengubah persepsi publik terhadap institusi.

KDM, julukan Dedi Mulyadi, menyebut kasus seperti ini bukan sekadar masalah antarindividu. Dia memandang ada dimensi kelembagaan yang harus dituntaskan oleh kepala daerah.