Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Danny Setiawan, Pejabat Karier Pertama yang Puncaki Jabatan Gubernur Jawa Barat, Wafat di Usia 81 Tahun

KDM · Oleh ·

Danny Setiawan, pejabat karier pertama yang pimpin Jawa Barat sebagai Gubernur, wafat di usia 81 tahun

Danny Setiawan, Pejabat Karier Pertama yang Puncaki Jabatan Gubernur Jawa Barat, Wafat di Usia 81 Tahun

Sepeninggalnya Danny Setiawan menyisakan lembaran baru dalam sejarah birokrasi Jawa Barat. Almarhum tutup usia pada Sabtu (19/9) di usia 81 tahun, meninggalkan warisan sebagai pejabat karier birokrasi murni pertama yang berhasil menduduki kursi tertinggi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Jalannya menuju puncak kepemimpinan di pemerintahan provinsi bukan proses instan. Danny memulai karier sebagai Camar Cimarga, Kabupaten Lebak pada 1968, bertugas sebagai Wakil KPS Ransiki di Manokwari, sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak periode 1977-1984. Jabatan-jabatan di tingkat kabupaten itu dilaluinya selama hampir dua dekade sebelum naik ke pemerintahan provinsi.

Setibanya di tingkat provinsi, kariernya terus menanjak dengan menduduki posisi-posisi strategis. Ia dipercaya menangani keuangan di Biro Keuangan, lalu mengawal pembangunan daerah, dan memimpin Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat periode 1994-1997. Pada 1998, Danny dilantik menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, posisi nomor dua di pemerintahan provinsi.

Baca Juga: Aher Kenang Makan Malam dengan Danny Setiawan Sehari Usai Kalah Pilgub 2008

Sekda adalah jabatan tertinggi yang bisa diduduki pejabat karier sebelum era reformasi. Pada 2003, Danny menembus batas itu saat dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat ke-12. Periode 13 Juni 2003 hingga 13 Juni 2008 itu menjadikannya satu-satunya kepala daerah Jawa Barat dengan latar belakang birokrasi murni, tanpa latar belakang militer atau politik yang lumrah mendominasi kursi eksekutif.

Latar belakang pendidikan Danny membekali dirinya dengan fondasi pengelolaan daerah yang kuat. Lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang itu meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran pada 2000. Pengalaman internasionalnya didapat dari pendidikan kepemimpinan di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, dan Sepacad ABRI di Rindam VIII Brawijaya.

Penghargaan negara atas pengabdiannya selama puluhan tahun tercatat dalam sejarah. Danny menerima Satyalancana Karya Satya pada 1998, Satyalancana Wira Karya pada 2000, serta Satyalancana Wira Karya pinjaman pada 2004. Semua penghargaan itu diberikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Baca Juga: Eks Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Wafat, Disemayamkan di Rumah Duka Jalan Anggrek Bandung Sebelum Dimakamkan di Purwakarta

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat saat ini, menyampaikan rasa hormatnya terhadap almarhum melalui media sosial. Ia menilai Danny merupakan sosok birokrat yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan provinsi.

Semasa hidupnya, Rinania Sastrawiguna, istri almarhum, menceritakan perjalanan karier suaminya kepada awak media. Pengakuannya menyoroti keunikan Danny di antara para pemimpin Jawa Barat sebelumnya.

Karier birokrasinya yang panjang dan berjenjang menjadi pembeda utama Danny dari para pendahulunya. Ini juga yang membuat kematiannya dibahas luas oleh kalangan birokrat di Jawa Barat, karena menutup lembaran sejarah birokrasi daerah yang selama ini didominasi figur berlatar belakang di luar jalur karier.

Penerapan manajemen talenta ASN terus dikembangkan di tingkat daerah. Pengalaman Danny menunjukkan bahwa jalur karier birokrasi murni bisa menembus batas-batas konvensional dalam kepemimpinan daerah.