Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kawasan Rebana Jabar: Ekonomi Besar yang Butuh SDM Lokal Berkualitas

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Potensi ekonomi Kawasan Rebana di Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan baru perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal dan literasi keuangan untuk memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat setempat.

Kawasan Rebana Jabar: Ekonomi Besar yang Butuh SDM Lokal Berkualitas

Kawasan Ekonomi Baru Kawasan Rebana di wilayah Ciayumajakuning, Jawa Barat, telah menjadi perhatian pemerintah dan investor sebagai proyek pertumbuhan ekonomi skala besar. Diproyeksikan menjadi motor penggerak kesejahteraan rakyat di wilayah timur dan utara Jawa Barat, kawasan ini menawarkan aksesibilitas luar biasa melalui jaringan infrastruktur yang terhubung. Namun, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.

Konteks Strategis yang Mendukung Pertumbuhan Rebana

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa lokasi Kawasan Rebana memiliki keunggulan unik karena terintegrasi dengan beberapa jalur tol utama, seperti Tol Cisumdawu dan Tol Cipali. Selain itu, akan ada tambahan Tol Patimban, Pelabuhan Patimban, dan bandara internasional di kawasan ini. Dalam sebuah diskusi di Bandung, Rabu (1/4/2026), ia menegaskan bahwa konektivitas ini menjadi prasyarat utama untuk pengembangan industri dan logistik berskala besar di wilayah utara dan timur Jawa Barat.

“Rebana itu kawasan yang paling strategis, terintegrasi dengan tol cisumdawu, tol cipali, nanti ada tol patimban. ada pelabuhan patimban dan juga bandara. mudah-mudahan banyak yang bangun industri. saya melihat sudah mulai banyak dengan pendekatan yang dilakukan saat ini,” ujar Dedi Mulyadi.

Data IPM: Tantangan bagi Daerah Sasaran Rebana

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat tahun 2025, tiga kabupaten/kota di wilayah Ciayumajakuning—Majalengka, Indramayu, dan Cirebon—tidak masuk dalam 10 besar daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di provinsi. IPM sendiri merupakan ukuran komprehensif yang mencakup harapan hidup, tingkat melek huruf, pencapaian pendidikan, dan standar hidup, yang menjadi penentu kesuksesan dan kemakmuran suatu daerah di masa depan. Kota Bandung menduduki peringkat pertama dengan IPM 84,66, melebihi rata-rata IPM provinsi Jawa Barat yang mencapai 75,90. Berikut adalah 10 daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Barat tahun 2025:

  1. Kota Bandung: 84,66
  2. Kota Bekasi: 84,43
  3. Kota Depok: 84,43
  4. Kota Cimahi: 80,85
  5. Kota Bogor: 79,75
  6. Kota Cirebon: 78,99
  7. Kota Sukabumi: 78,23
  8. Kabupaten Bekasi: 77,80
  9. Kota Tasikmalaya: 76,59
  10. Kabupaten Bandung: 75,58

Peran SDM Lokal dan Literasi Keuangan sebagai Kunci

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Darwisman menekankan bahwa SDM lokal, terutama pemuda, harus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kawasan Rebana, bukan hanya menjadi tenaga kerja dengan gaji rendah.

“Memang ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bahwa kita berharap SDM lokal, pemuda lokal di sana menjadi penggerak ekonomi daerah,” ungkap Darwisman dalam diskusi yang sama di Bandung.

Ia menambahkan bahwa banyak pemuda yang sebelumnya bekerja di luar kota kini memilih pulang ke kampung halaman untuk membangun usaha atau bekerja di industri lokal, yang bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bahkan, ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada tingkat pendidikan formal, melainkan juga keterampilan, ketahanan, dan semangat berwirausaha. Selain itu, Darwisman juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat setempat. Dengan infrastruktur yang sudah memadai, langkah selanjutnya adalah mengajarkan masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan layanan jasa keuangan agar bisa mengelola uang, mengakses pinjaman, dan berinvestasi dengan bijak.

“Dan yang juga penting adalah literasi keuangan dalam mendorong kawasan Rebana. Kalau semua akses pendukung infrastruktur sudah baik tinggal bagaimana menggagas masyarakat di sana melek literasi keuangan,” papar Darwisman.

Komitmen Pemerintah untuk Pengembangan Rebana yang Terkoordinasi

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana) telah menandatangani sejumlah naskah kerja sama dan deklarasi bersama di Gedung Sate pada Kamis (26/2/2026). Langkah ini merupakan sinyal kuat bagi investor bahwa pengembangan Kawasan Rebana akan dilakukan secara terkoordinasi, didukung penuh secara politik, dan dikelola dengan tata kelola lintas sektor yang baik. Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat yang berbasis industri, logistik, dan konektivitas regional hingga global.

Penutup

Meskipun Kawasan Rebana memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan investasi semata. Tanpa peningkatan kualitas SDM lokal dan literasi keuangan, manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan ini mungkin hanya dirasakan oleh pihak luar, bukan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan pemahaman keuangan harus menjadi prioritas agar setiap warga Ciayumajakuning bisa mengambil peluang pekerjaan dan bisnis di Kawasan Rebana.