Kasus Kematian Lansia di Karangtengah: Polisi Ungkap Penyebabnya
Polisi Resor Cianjur mengkonfirmasi bahwa seorang lansia berusia 63 tahun meninggal karena penyakit, setelah tubuhnya ditemukan membusuk di perumahan Karangtengah lebih dari satu pekan setelah kematian.

Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, telah mengkonfirmasi bahwa seorang wanita lanjut usia berusia 63 tahun (inisial MSM) meninggal karena penyakit yang dideritanya, setelah tubuhnya ditemukan dalam kondisi membusuk di Perumahan Gunteng Regency, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah. Penemuan mayat ini menarik perhatian warga setempat karena korban diduga telah meninggal selama lebih dari satu pekan sebelum tubuhnya ditemukan, tanpa ada laporan keluhan dari keluarga atau tetangga sebelumnya.
Kronologi Penemuan Mayat
Kepala Seksi Polisi Karangtengah AKBP Rachmat Hamdan mengatakan bahwa penemuan mayat pertama kali diketahui oleh anggota keluarga korban, setelah mereka menerima laporan dari warga perumahan yang telah mencium bau busuk selama beberapa hari terakhir. Sebelumnya, keluarga korban telah kehilangan kontak dengan MSM sejak satu pekan sebelumnya, yang mendorong mereka untuk melakukan perjalanan ke Cianjur untuk memastikan keamanan sang anggota keluarga.
Saat tiba di rumah korban, keluarga mendapati MSM telah meninggal di dalam kamar tidurnya, dengan tubuh yang sudah mulai membusuk. Hamdan menambahkan bahwa tim medis dan petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga mengkonfirmasi perkiraan waktu kematian yang sudah lebih dari satu pekan.
"Petugas yang datang ke lokasi mendapati korban dengan posisi terbaring di atas kasur dengan kondisi tubuh mulai membusuk, diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari satu pekan," katanya.
Selama ini, korban diketahui tinggal sendirian di rumahnya dan menderita penyakit akut, yang membuatnya jarang keluar rumah dan berinteraksi dengan warga sekitar. Kondisi ini membuat korban terlupakan oleh lingkungan selama beberapa hari sebelum kematiannya ditemukan.
Keputusan Keluarga untuk Menolak Autopsi
Setelah menemukan mayat korban, keluarga telah memutuskan untuk menolak melakukan autopsi guna mengkonfirmasi penyebab kematian. Menurut keterangan dari salah satu anak korban, keluarga menerima bahwa MSM meninggal karena penyakit yang telah dideritanya selama ini, sehingga tidak membutuhkan pemeriksaan autopsi lebih lanjut.
"Keterangan salah seorang anaknya, tidak dapat menghubungi MSM sejak satu pekan terakhir, pihak keluarga pasrah dengan kenyataan dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat pernyataan, sehingga jasadnya dibawa pulang untuk dimakamkan," katanya.
Keluarga juga menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan pemakaman korban sesuai dengan tradisi agama dan budaya setempat, tanpa perlu intervensi lebih lanjut dari pihak kepolisian. Mereka juga meminta maaf kepada warga karena bau busuk yang telah mengganggu lingkungan perumahan selama beberapa hari.
Keterangan Warga Sekitar Perumahan
Warga yang tinggal di sekitar perumahan Gunteng Regency mengungkapkan bahwa mereka telah mencium bau busuk selama beberapa hari terakhir, tetapi awalnya mengira bau itu berasal dari sampah atau sumber lain di sekitar lingkungan. Baru setelah beberapa hari, mereka mulai curiga bahwa bau busuk tersebut berasal dari rumah korban yang dikenal tinggal sendirian.
Salah satu warga, yang dikenal dengan nama Mang Koin, mengatakan bahwa mereka jarang melihat korban keluar rumah, dan hanya sesekali melihatnya berdiri di teras rumah selama beberapa menit. Namun, sejak dua hari sebelum penemuan mayat, warga tidak pernah melihatnya keluar rumah, yang mendorong mereka untuk melaporkan kondisi tersebut ke kepolisian.
"Kami curiga setelah dua hari terakhir tercium bau busuk yang cukup menyengat setelah ditelusuri berasal dari dalam rumah lansia tersebut, sehingga kami melapor ke Polsek Karangtengah, memang selama ini korban tinggal sendiri," kata Mang Koin.
Warga juga menambahkan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi tetangga yang tinggal sendirian, terutama lansia yang mungkin membutuhkan bantuan atau pengawasan lebih. Meskipun tidak ada keluhan dari warga sebelumnya, mereka berjanji untuk lebih aktif memantau tetangga yang mungkin membutuhkan dukungan, terutama di lingkungan perumahan yang padat seperti di daerah mereka.