Kasus Diare Melonjak saat Kemarau, 10.523 Warga Tasikmalaya Terdampak
10.523 warga Tasikmalaya terserang diare pada Januari-Juni 2026 saat musim kemarau, dipicu turunnya debit air dan kurangnya PHBS.

Kasus diare di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan pada paruh pertama 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat total 10.523 warga terserang penyakit diare selama periode Januari hingga Juni, yang mana lonjakan ini bertepatan dengan musim kemarau dan penurunan debit air.
Kemarau Picu Lonjakan Penyakit Diare
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, menjelaskan bahwa kemarau panjang membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Banyak warga dari berbagai kelompok usia mengalami gejala diare akut yang disertai batuk, flu, demam, gatal-gatal, hingga dehidrasi.
Baca Juga: Veteran Karawang Tabur Bunga di Makam Pahlawan Sambil Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Pengabdian
"Kasus diare memang mengalami kenaikan saat musim kemarau. Debit air yang berkurang menyebabkan masyarakat kesulitan menjaga kebersihan, yang pada akhirnya memicu penyebaran penyakit," jelas Suryaningsih.
Data Kasus per Bulan
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, distribusi kasus diare menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi:
Baca Juga: Karyawan Warkop di Majalengka Buat Laporan Palsu Perampokan untuk Tutupi Penggelapan
- Januari 2026: 1.476 kasus
- Februari 2026: 1.266 kasus
- Maret 2026: 1.588 kasus
- April 2026: 1.862 kasus
- Mei 2026: 2.489 kasus
- Juni 2026: 1.842 kasus
Dari data tersebut, Mei 2026 mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 2.489 orang, menunjukkan korelasi erat antara musim kemarau dan peningkatan penyakit diare.
PHBS Terabaikan Jadi Pemicu Utama
Dinas Kesehatan menyebut bahwa penurunan debit air bukan satu-satunya penyebab. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terabaikan turut memperburuk situasi. Banyak warga yang tidak menerapkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.
"Salah satu penyebab utama diare adalah kurangnya kepedulian terhadap PHBS. Masyarakat perlu memahami bahwa tangan yang tidak bersih menjadi media utama penularan bakteri penyebab diare," tegas Suryaningsih.
Upaya Penanganan dan Edukasi
Petugas kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa anjuran yang diberikan meliputi:
- Mengonsumsi air yang sudah dimasak
- Rutin mencuci tangan dengan sabun
- Menghindari makanan pedas
- Memperbanyak konsumsi sayuran
- Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
Imbauan untuk Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya berharap masyarakat tetap waspada memasuki masa pancaroba. Perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu penyakit saluran pencernaan jika tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.
"Edukasi dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran diare. Mari kita jaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama saat musim kemarau," tutup Suryaningsih.