Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kasus Diare Melonjak saat Kemarau, 10.523 Warga Tasikmalaya Terdampak

Jabar · Oleh · · Diperbarui 30 September 2026

10.523 warga Tasikmalaya terserang diare pada Januari-Juni 2026 saat musim kemarau, dipicu turunnya debit air dan kurangnya PHBS.

Kasus Diare Melonjak saat Kemarau, 10.523 Warga Tasikmalaya Terdampak

Kasus diare di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami peningkatan signifikan pada paruh pertama 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat total 10.523 warga terserang penyakit diare selama periode Januari hingga Juni, yang mana lonjakan ini bertepatan dengan musim kemarau dan penurunan debit air.

Kemarau Picu Lonjakan Penyakit Diare

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, menjelaskan bahwa kemarau panjang membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Banyak warga dari berbagai kelompok usia mengalami gejala diare akut yang disertai batuk, flu, demam, gatal-gatal, hingga dehidrasi.

Baca Juga: Pelatihan Content Creator di Karawang Bekali Puluhan Peserta Keterampilan Produksi Konten Digital

"Kasus diare memang mengalami kenaikan saat musim kemarau. Debit air yang berkurang menyebabkan masyarakat kesulitan menjaga kebersihan, yang pada akhirnya memicu penyebaran penyakit," jelas Suryaningsih.

Data Kasus per Bulan

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, distribusi kasus diare menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi:

Baca Juga: Sindikat perampok gasak Rp1,3 miliar dari mobil WNA di Karawang dengan modus ban kempes

Dari data tersebut, Mei 2026 mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 2.489 orang, menunjukkan korelasi erat antara musim kemarau dan peningkatan penyakit diare.

PHBS Terabaikan Jadi Pemicu Utama

Dinas Kesehatan menyebut bahwa penurunan debit air bukan satu-satunya penyebab. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terabaikan turut memperburuk situasi. Banyak warga yang tidak menerapkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan.

"Salah satu penyebab utama diare adalah kurangnya kepedulian terhadap PHBS. Masyarakat perlu memahami bahwa tangan yang tidak bersih menjadi media utama penularan bakteri penyebab diare," tegas Suryaningsih.

Upaya Penanganan dan Edukasi

Petugas kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa anjuran yang diberikan meliputi:

Imbauan untuk Masyarakat

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya berharap masyarakat tetap waspada memasuki masa pancaroba. Perubahan cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu penyakit saluran pencernaan jika tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat.

"Edukasi dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran diare. Mari kita jaga kebersihan diri dan lingkungan, terutama saat musim kemarau," tutup Suryaningsih.