Kasus Campak di Garut 2026: 56 Anak Positif, 15 Perlu Perawatan Intensif
Kasus campak di Kabupaten Garut mengalami peningkatan signifikan Januari-Maret 2026, dengan 56 anak terkonfirmasi positif dan 15 menjalani perawatan intensif. Pemerintah meluncurkan program imunisasi massif untuk menekan wabah ini.

Situasi Kasus Campak di Garut Meningkat Drastis
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut melaporkan lonjakan signifikan kasus penyakit campak pada anak-anak selama periode Januari hingga Maret 2026. Data terbaru, yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium di Labkesda Provinsi Jawa Barat, menunjukkan dari 100 kasus suspek yang diperiksa, 56 di antaranya terkonfirmasi positif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa 15 pasien masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas setempat. Hingga saat ini, tidak ada laporan kematian akibat wabah campak ini di wilayah Garut.
Gejala Campak yang Harus Diwaspadai
Asep mengimbau tenaga kesehatan dan masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap gejala infeksi campak pada anak. Beberapa gejala klinis yang perlu diwaspadai meliputi:
- Batuk dan demam tinggi yang berlangsung berhari-hari
- Mata merah dan iritasi parah
- Muncul ruam merah menyebar di seluruh tubuh
- Flu dan gangguan pernapasan ringan
Ia juga menekankan pentingnya isolasi mandiri bagi pasien yang bergejala untuk mencegah penularan virus kepada anak yang sehat.
"Penting untuk menjaga jarak fisik, mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker, dan meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga untuk menekan risiko penularan campak," tambah Asep dalam keterangan pers pada Jumat (3/4/2026).
Program Imunisasi Massif untuk Mengendalikan Wabah
Sebagai langkah respons cepat, Pemerintah Kabupaten Garut melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk menekan penyebaran campak. Program ini menargetkan 165 ribu balita di seluruh wilayah Garut.
Pada hari pertama pelaksanaan, cakupan imunisasi telah mencapai 3,38 persen, dengan fokus pada tiga puskesmas strategis: Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk. Asep menegaskan bahwa pemberian imunisasi campak dalam program ini dilakukan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya, sebagai upaya preventif yang menyeluruh.
Jadwal pemberian imunisasi campak yang direkomendasikan meliputi tiga tahap:
- Pada usia 9 bulan
- Pada usia 18 bulan
- Saat anak duduk di bangku kelas 1 SD atau sederajat
Tujuan dan Harapan Dinkes Garut
Dinas Kesehatan Garut berharap bahwa percepatan cakupan imunisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap PHBS dapat segera menekan tren peningkatan kasus campak di wilayah tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mencegah penyebaran virus lebih lanjut dan melindungi lebih banyak anak dari risiko infeksi campak.