Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kapten Inf Zulmi Aditya Gugur Lebanon Akan Dipakamkan di TMP Cikutra

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Prajurit TNI Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar yang gugur di Lebanon saat tugas UNIFIL akan dipakamkan di TMP Cikutra Bandung Minggu pagi. Jenazah tiba di rumah duka Cimahi Sabtu malam setelah prosesi kenegaraan di Jakarta.

Kapten Inf Zulmi Aditya Gugur Lebanon Akan Dipakamkan di TMP Cikutra

Bandung – Jenazah Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang merupakan bagian dari 756 pasukan pemeliharaan perdamaian Indonesia di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak tahun 2025, akan dipakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, pada Minggu (4/4/2026) pagi. Kepastian ini disampaikan oleh perwakilan keluarga almarhum, yang juga mengungkapkan rincian perjalanan jenazah dari tanah air hingga pemakaman.

Rencana Perjalanan Jenazah dan Prosesi Kenegaraan

Jenazah Kapten Zulmi tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) pukul 17.35 WIB, setelah dikirim dari lokasi penugasan di Lebanon. Setelah tiba, jenazah disambut dengan prosesi kenegaraan resmi yang dihadiri oleh pejabat tinggi pemerintah dan kepemimpinan TNI. Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi prajurit yang gugur dalam misi perdamaian. Setelah upacara selesai, jasad akan diangkut ke rumah duka yang terletak di wilayah Cipageran, Kota Cimahi, pada malam hari yang sama. Perwakilan keluarga Risman Efendi menjelaskan bahwa pihak keluarga akan menyambut rombongan pengantar jenazah di Jakarta. Ia menambahkan bahwa akan ada prosesi upacara militer saat penyerahan jenazah ke pihak keluarga di Jakarta, sebelum dilanjutkan ke rumah duka di Cimahi.

"Sabtu malam tiba di rumah duka ini di Cimahi. Keluarga insya Allah ke sana," kata Risman.

Risman juga mengajak masyarakat yang ingin menyalatkan jenazah dan mengirim doa untuk almarhum untuk menghadiri prosesi di rumah duka sebelum berangkat ke TMP Cikutra pada pagi hari Minggu.

Kronologi Insiden Gugurnya Kapten Zulmi di Lebanon

Kepala Pusat Penerangan TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 ini terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi di kawasan Lebanon Selatan, di mana ledakan pada kendaraan pengawal mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI: Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Rhomadhon. Dua prajurit lainnya, Lettu Inf. Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit St George Beirut untuk penanganan medis intensif.

Hak dan Dukungan untuk Keluarga Prajurit Gugur

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah melayat ke rumah duka almarhum di Cimahi pada Rabu (1/4/2026), bersama sang istri Evi Sophia Indra. Agus menegaskan bahwa seluruh prajurit yang gugur dalam misi perdamaian akan mendapatkan hak-hak penuh sesuai peraturan yang berlaku. Di antara hak-hak yang diberikan kepada ketiga prajurit gugur adalah:

"Kami memberikan hak kepada prajurit yang gugur. Pertama akan memberikan KPLB kepada seluruh nya, kemudian hak lain dari Asabri 350 juta akan diberikan," ucap Agus. "Beasiswa juga untuk anak Rp30 juta, sekolah anaknya juga akan kami perhatikan sampai nanti besar. Gaji akan diberikan 12 penuh, 100 persen. Dan tabungan hari tua dihitung mulai berdinas di militer."

TNI Amankan Langkah Kontinjensi di Lebanon

Merespons insiden ini, TNI mengimbau seluruh prajurit yang bertugas di Lebanon untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan sesuai Standar Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di kawasan Lebanon dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi untuk mengantisipasi eskalasi konflik lebih lanjut. UNIFIL sendiri saat ini sedang melakukan investigasi independen untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. "Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Lebanon," kata Aulia.