Kapolres Metro Bekasi Tinjau Lahan Ketahanan Pangan 50 Ha di Sukamahi
Kapolres Metro Bekasi meninjau pengembangan lahan ketahanan pangan seluas 50 hektar di Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi, untuk dorong sinergi polri dan masyarakat guna kemandirian pangan nasional.

Kapolres Metro Bekasi Tinjau Pengembangan Lahan Ketahanan Pangan di Sukamahi
Kabupaten Bekasi – Ketahanan pangan menjadi prioritas nasional mengingat kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, sehingga upaya penguatan program ini terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah ini tercermin dari kunjungan Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, untuk meninjau langsung pengembangan lahan ketahanan pangan di Desa Sukamahi, Kabupaten Bekasi.
Lahan Seluas 50 Hektar untuk Budidaya Pangan Pokok
Kegiatan peninjauan dilakukan di Kampung Tembong Gunung, dengan lahan yang dipersiapkan mencapai sekitar 50 hektar. Lahan ini akan dimanfaatkan secara bertahap untuk budidaya tanaman pangan pokok, khususnya jagung, sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat dan daerah.
Pengecekan Kondisi Lahan dan Infrastruktur Pertanian
Dalam kunjungannya, Kapolres bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait melakukan pengecekan langsung terhadap beberapa aspek krusial untuk memastikan keberhasilan program:
- Kondisi lahan dan kesiapan pengolahan tanah sebelum dimulainya budidaya
- Sistem pengairan yang menjadi faktor penentu produktivitas tanaman
- Kesesuaian proses pengembangan dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya
Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan potensial dan memastikan bahwa program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Sinergi Antara Aparat, Pemerintah, dan Masyarakat
Menurut Sumarni, ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara semua pihak, termasuk aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Dia menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki peran aktif dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
"Melalui program ini diharapkan lahan-lahan potensial dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta memperkuat ketersediaan pangan," ujar Sumarni.
Kegiatan peninjauan ini juga merupakan bentuk nyata kolaborasi antara tiga pihak tersebut. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dorongan semangat serta memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Sukamahi.
Tujuan Jangka Panjang Program
Dengan pengelolaan yang baik, kawasan pertanian di Desa Sukamahi ini diharapkan tidak hanya berperan sebagai sumber produksi pangan pokok, tetapi juga menjadi contoh praktik pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian yang produktif, modern, dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, semangat gotong royong antara aparat kepolisian dan masyarakat semakin diperkuat, sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama demi tercapainya kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik di masa depan.