Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Kang Edo: Aliansi FORTAL Nusantara Adalah Gerakan Peradaban untuk Menyelamatkan Generasi Muda dari Penjajahan Obat Terlarang

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara membentuk Aliansi FORTAL Nusantara untuk melawan obat terlarang yang dinilai sebagai penjajahan peradaban baru, melindungi generasi muda Indonesia.

Kang Edo: Aliansi FORTAL Nusantara Adalah Gerakan Peradaban untuk Menyelamatkan Generasi Muda dari Penjajahan Obat Terlarang

Aliansi FORTAL Nusantara: Melawan Obat Terlarang sebagai Penjajahan Peradaban Generasi Muda

Dalam acara yang dihelat di Kota Bekasi, Forum Masyarakat Anti Obat Terlarang (FORTAL) Nusantara resmi meluncurkan Aliansi FORTAL Nusantara, gerakan kolektif lintas organisasi dan profesi yang bertujuan memerangi peredaran obat terlarang yang dinilai sebagai bentuk penjajahan peradaban baru yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia.

Latar Belakang dan Sudut Pandang Gerakan

Maraknya peredaran obat terlarang yang kian masif dan menyasar kelompok muda menjadi pemicu utama pembentukan aliansi ini. Ketua Umum FORTAL Nusantara, Kang Edo, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar gerakan anti narkoba, melainkan gerakan peradaban yang bertahan terhadap ancaman yang menghancurkan akal sehat, moral, dan harapan masa depan generasi bangsa.

"Ini bukan sekadar gerakan anti narkoba. Ini adalah gerakan peradaban. Obat terlarang hari ini telah menjadi alat penjajahan yang menghancurkan akal sehat, moral, dan masa depan generasi muda kita," ujar Kang Edo dalam sambutannya.

Dia menambahkan bahwa peredaran obat terlarang yang tidak terkendali tidak hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga keberlangsungan bangsa itu sendiri. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus estafet pembangunan justru terancam kehilangan arah, harapan, dan daya juangnya akibat pengaruh zat terlarang.

Struktur dan Anggota Aliansi FORTAL Nusantara

Aliansi FORTAL Nusantara dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain:

Kang Edo menegaskan bahwa pembentukan aliansi ini tidak didorong oleh kepentingan politik, ekonomi, maupun popularitas, melainkan lahir dari panggilan hati dan kesadaran kolektif untuk melawan ancaman obat terlarang.

Prinsip dan Pendekatan Gerakan

Aliansi ini dibangun di atas keyakinan bahwa perang melawan obat terlarang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Peran masyarakat sipil, organisasi sosial, media, hingga lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan obat terlarang.

"Negara memang punya aparat, tetapi bangsa ini hanya bisa selamat jika rakyatnya ikut peduli. Diam berarti memberi ruang. Acuh berarti membiarkan kehancuran," ujar Kang Edo.

Pendekatan yang akan diambil oleh aliansi ini tidak semata bersifat represif, melainkan lebih fokus pada:

Pendekatan ini dirancang untuk bersifat persuasif, humanis, dan berkelanjutan, dengan menyasar komunitas, pemuda, dan ruang-ruang sosial yang rentan terhadap infiltrasi obat terlarang.

Peran Media sebagai Garda Terdepan

Kehadiran awak media dalam Aliansi FORTAL Nusantara dinilai sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membangun opini publik yang sehat, melawan disinformasi, serta menyuarakan kepentingan penyelamatan generasi bangsa. Media akan berperan dalam menyebarkan informasi yang akurat tentang bahaya obat terlarang, mengkampanyekan gerakan anti obat terlarang, dan mengawasi peredaran zat terlarang di masyarakat.

Ajakan untuk Bersatu Melawan Ancaman Obat Terlarang

Kang Edo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lagi memandang persoalan obat terlarang sebagai isu pinggiran, melainkan sebagai darurat moral dan darurat peradaban yang membutuhkan perhatian serius.

"Jika hari ini kita gagal melindungi generasi muda, maka esok hari kita tidak berhak mengeluh tentang rusaknya bangsa ini. FORTAL hadir untuk mengingatkan, menggerakkan, dan melawan demi masa depan Indonesia," pungkasnya.

Terbentuknya Aliansi FORTAL Nusantara menjadi simbol harapan di tengah ancaman besar obat terlarang di Indonesia. Gerakan ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat untuk bersatu, bergerak, dan melindungi masa depan generasi muda masih tumbuh dan kuat.