Kampanye Pendakian Responsibel Gakkum Lewat Lagu 'Merbabu' di Bandung
Direktorat Gakkum Kehutanan meluncurkan kampanye pendakian responsibel di Bandung dengan kolaborasi musisi dan lagu terbaru 'Merbabu' untuk menyebarkan pesan pelestarian hutan.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Kementerian Kehutanan meluncurkan kampanye cinta lingkungan dan keselamatan pendakian di Arei Flagship Experience Store, Cihampelas, Bandung, pada Selasa (28/4/2026). Acara yang dikemas dengan pendekatan unik ini melibatkan musisi, komunitas pendaki, dan pelaku industri luar ruang untuk menyebarkan pesan pelestarian hutan dan pendakian yang bertanggung jawab.
Latar Belakang Pentingnya Pendakian Responsibel
"Gunung bukan arena untuk menantang alam secara serampangan, melainkan ruang ekologis yang harus dihormati. Setiap pendaki wajib memastikan keselamatan diri, mematuhi aturan kawasan, dan tidak meninggalkan sampah sedikit pun," ujar Direktur Jenderal Gakkum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, dalam sambutannya.
Menurut Dwi, tren pendakian gunung yang semakin populer di Indonesia harus diiringi pemahaman etika lingkungan yang kuat. Ia menegaskan bahwa mendaki bukan hanya tentang menaklukkan puncak, tetapi juga menjaga ekosistem hutan tetap lestari untuk generasi mendatang.
Kolaborasi Musik dengan Lagu 'Merbabu'
Yang membedakan kampanye tahun ini adalah kolaborasi dengan Ady, mantan vokalis band Naff, yang memperkenalkan lagu terbaru berjudul Merbabu. Lagu ini membawa pesan emosional tentang kerendahhatian manusia di hadapan kebesaran alam, mencakup indahnya sabana gunung hingga keheningan jalur pendakian. Ady menyatakan bahwa karya ini lahir dari pengalaman batinnya saat berada di gunung. "Merbabu bagi saya bukan hanya tentang pemandangan, tapi pelajaran untuk mencintai bumi. Saya berharap lagu ini membuat orang tidak hanya ingin mendaki, tetapi juga tergerak untuk menjaga keasrian alam," ungkapnya.
Peringatan Terhadap Aktivitas Ilegal
Meski mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif, Dwi Januanto tidak ragu untuk memberikan peringatan keras terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan. Tindakan seperti perburuan satwa liar, pembalakan liar, vandalisme, dan masuk kawasan konservasi tanpa izin akan tetap diproses secara hukum tegas. "Kami mendukung wisata alam yang bertanggung jawab. Namun, terhadap tindakan yang merusak kawasan atau mengancam satwa liar, penegakan hukum tetap akan kami lakukan secara tegas dan terukur," tegasnya.
Prinsip Pendakian yang Benar untuk Semua Pendaki
Gakkum Kehutanan juga menyosialisasikan prinsip-prinsip pendakian yang benar agar setiap pendaki dapat berpartisipasi dalam pelestarian alam:
- Mempersiapkan fisik dan perlengkapan pendakian standar
- Menggunakan jalur resmi yang telah ditentukan
- Melaporkan kehadiran kepada petugas kawasan
- Membawa turun kembali semua sampah pribadi
- Tidak merusak vegetasi atau habitat satwa liar
- Tidak menyalakan api unggun sembarangan
- Tidak mengganggu aktivitas satwa liar di kawasan pendakian
Harapan Gerakan Nasional
Acara di Bandung ini diharapkan menjadi titik awal gerakan nasional untuk mendorong perilaku pendakian yang bertanggung jawab. Dwi berharap bahwa melalui kampanye ini, para pendaki dapat pulang dengan selamat sambil meninggalkan alam dalam kondisi yang sama atau lebih baik dari saat mereka tiba. "Puncak bukan tujuan akhir. Tujuan yang lebih besar adalah memastikan hutan tetap hidup agar generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan yang sama," pungkas Dwi.
Dokumentasi acara kampanye pendakian responsibel yang digelar Gakkum Kehutanan di Bandung.