Kabupaten Bekasi Siap Berangkatkan 3.195 Jemaah Haji 2026, 2 Gelombang
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan 3.195 jemaah haji tahun 2026 melalui kolaborasi lintas sektoral, dengan keberangkatan dalam dua gelombang via Embarkasi Kertajati Mei-Juni 2026.

Rapat koordinasi persiapan pemberangkatan 3.195 jemaah haji Kabupaten Bekasi tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi digelar pada Selasa (21/4/2026) di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Komplek Pemda, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat. Acara dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi H. Mulyono Hilman Hakim, perwakilan Kementerian Agama, Polres Metro Bekasi, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).
Jumlah Jemaah dan Jadwal Keberangkatan
Sebanyak 3.195 jemaah haji Kabupaten Bekasi akan diberangkatkan dalam dua gelombang, terbagi ke dalam delapan kelompok terbang (kloter) yakni kloter 3, 9, 14, 18, 26, 33, 37, dan 38. Keberangkatan akan dilakukan melalui Embarkasi Kertajati, Kabupaten Majalengka, dengan jadwal yang direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026 sesuai ketentuan nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Persiapan Teknis dan Administratif
Administrasi
Seluruh dokumen perjalanan jemaah, termasuk paspor, visa, dan living cost, telah dipastikan lengkap sebelum hari keberangkatan. Pembagian atribut jemaah juga akan dilakukan secara terorganisir untuk menghindari kendala di lapangan. Titik kumpul pemberangkatan ditetapkan di asrama haji atau lokasi resmi yang telah ditentukan, dengan proses final check untuk memastikan kesiapan menyeluruh.
Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi seluruh jemaah, dengan pemeriksaan menyeluruh khusus untuk kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi. Tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan juga telah dipersiapkan guna mendukung kondisi prima jemaah selama proses keberangkatan.
Transportasi dan Pengamanan
Pengawalan jemaah dari titik kumpul menuju embarkasi akan dilaksanakan oleh Polres Metro Bekasi dengan dukungan pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan. Rute perjalanan telah ditetapkan melalui Tol Deltamas, Tol Jakarta-Cikampek, keluar di Tol Cikopo, kemudian melintasi jalur Pantura menuju Bandara Kertajati.
Aspek Keamanan dan Antisipasi Risiko
Meskipun situasi wilayah Kabupaten Bekasi secara umum dinilai aman dan kondusif, pihak berwenang telah mengantisipasi sejumlah potensi kerawanan, seperti kepadatan arus lalu lintas, kemungkinan keterlambatan jadwal, serta lonjakan kerumunan keluarga pengantar jemaah. Wakapolsek Cikarang Pusat, Iptu Noto Aksoro, menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama unsur TNI dan instansi terkait akan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas jemaah.
"Kami berkomitmen menghadirkan pengamanan yang profesional dan terukur, demi memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah dan masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Strategis dari Rapat
Rapat koordinasi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memastikan kelancaran pemberangkatan jemaah haji, antara lain:
- Peningkatan intensitas koordinasi antarinstansi menjelang hari keberangkatan
- Penyusunan skema pengamanan terpadu
- Pelaksanaan simulasi pemberangkatan
- Penyediaan buffer waktu untuk mengatasi kemungkinan hambatan di lapangan
- Optimalisasi layanan kesehatan bagi jemaah
Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan hasil dari kolaborasi solid berbagai elemen. Dengan persiapan yang komprehensif dan semangat kebersamaan, Kabupaten Bekasi optimistis dapat memberangkatkan jemaah haji tahun ini dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan. Rapat ini juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah.