Jusuf Kalla Dorong Masjid Agung Bandung Jadi Sentra Pemberdayaan Ekonomi Umat
Jusuf Kalla dorong Masjid Agung Bandung bertransformasi jadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Wali Kota Farhan siap dukung program strategis Nazir masjid.

Jusuf Kalla Tinjau Masjid Agung Bandung, Dorong Peran Strategis Masjid bagi Kesejahteraan Masyarakat
SELAMA ratusan tahun, Masjid Agung Kota Bandung berdiri kokoh menyaksikan transformasi wajah ibu kota Jawa Barat. Dari pusat ibadah sederhana di masa lampau hingga menjadi ikon modernitas di jantung kota, masjid bersejarah ini terus memikul harapan yang sama, yaitu menjadi tempat yang tidak hanya dimakmurkan oleh kehadiran jamaah, tetapi juga mampu menghadirkan kemakmuran bagi mereka yang datang bersujud di dalamnya.
Kunjungan Strategis Ketua Umum DMI
Masjid Agung Kota Bandung bersiap memperkuat perannya sebagai pusat syiar sekaligus motor pemberdayaan ekonomi dan sosial umat. Visi ini ditegaskan kembali dalam kunjungan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK), yang mendampingi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada medio Juni 2026.
Dalam kunjungannya, Jusuf Kalla menekankan bahwa peran strategis masjid harus melampaui fungsi ritual keagamaan semata. Menurut mantan Wakil Presiden RI tersebut, masjid harus bertransformasi menjadi pusat pembinaan, pendidikan, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
"Selama ini kita sering berbicara tentang memakmurkan masjid. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana masjid juga mampu memakmurkan jamaahnya."
Jusuf Kalla menambahkan bahwa kemakmuran sebuah masjid tidak hanya diukur dari kemegahan arsitekturnya, melainkan dari hidupnya aktivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Komitmen Pemerintah Kota Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik pesan tersebut. Ia menilai konsep "masjid memakmurkan warga" sangat relevan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam memperkuat peran sosial keagamaan.
Farhan memastikan bahwa Nazir Masjid Agung akan segera menyusun berbagai program strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan disebutnya sangat penting untuk memastikan manfaat masjid dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kami siap mendukung penuh berbagai program yang digagas oleh Masjid Agung, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas."
Jejak Sejarah Dua Abad Masjid Agung Bandung
Masjid Agung Kota Bandung bukan sekadar bangunan baru dengan menara kembar yang menjulang. Sejarahnya membentang lebih dari dua abad, menjadikannya salah satu saksi bisu tertua perkembangan Kota Kembang.
Didirikan pertama kali tak lama setelah ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Dayeuhkolot ke pinggiran Sungai Cikapundung pada awal abad ke-19, masjid ini telah mengalami berkali-kali renovasi. Jusuf Kalla memberikan apresiasi tinggi terhadap ketahanan sejarah masjid ini.
Ia berharap di tengah pesatnya kemajuan zaman dan modernisasi kawasan Alun-alun Bandung, Masjid Agung tetap konsisten menjadi pusat peradaban yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai spiritual.
Langkah Strategis Pemberdayaan Jamaah
Momentum kehadiran tokoh nasional seperti Jusuf Kalla diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pengurus masjid di seluruh Bandung untuk mulai memikirkan program-program pemberdayaan ekonomi jamaah. Dengan dukungan penuh dari pemerintah kota, Masjid Agung Bandung berpotensi menjadi model percontohan transformasi masjid modern di Indonesia.
Ke depan, berbagai inisiatif yang menggabungkan aspek spiritual dan ekonomi diharapkan dapat memberikan dampak positif nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar masjid.