Jumlah Kendaraan di Jawa Barat Naik Jelang Puncak Mudik Lebaran 2026
Dinas Perhubungan Jawa Barat mencatat peningkatan volume kendaraan dan penumpang transportasi sejak 14 Maret 2026 jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, dengan beberapa kendala kecil dilaporkan.

Bandung – Beberapa hari jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat telah mencatat peningkatan signifikan volume kendaraan di berbagai jalur transportasi wilayah. Kenaikan ini mulai terlihat sejak Sabtu, 14 Maret 2026, menandai dimulainya gelombang pemudik yang akan mencapai puncaknya pada H-3 Idulfitri nanti.
Kondisi Awal Arus Mudik dan Kendala yang Dihadapi
Dalam keterangan pers Senin, 16 Maret 2026, Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menyatakan bahwa secara umum, arus mudik di wilayah ini terpantau ramai, lancar, dan aman. Namun, dia mengakui bahwa beberapa kendala kecil sempat terjadi di beberapa titik jalur utama, seperti insiden kecelakaan beruntun di ruas Bandung-Garut serta kendala genangan air di area Cileunyi pada Sabtu kemarin. Dhani menambahkan bahwa insiden tersebut tidak menyebabkan gangguan yang berkelanjutan terhadap arus lalu lintas. Dia juga menyampaikan, "Ini menandai dimulainya puncak arus mudik Lebaran 2026 secara bertahap namun tetap terkendali."
Peningkatan Volume Kendaraan di Jalur Utama dan Arteri
Selain jalur tol, volume kendaraan di jalur arteri Nagreg juga menunjukkan lonjakan signifikan, mencapai 16.000 unit arah Timur. Sebagian besar kendaraan ini didominasi oleh pemudik yang membawa barang bawaan tambahan dari luar Bandung Raya, menandakan bahwa banyak keluarga yang membawa perlengkapan liburan dan barang bawaan untuk kembali ke kampung halaman.
Untuk jalur tol, Dishub mencatat data berikut:
- Tol Bocimi: Total kendaraan masuk mencapai 25.668 unit, sedangkan kendaraan keluar mencapai 25.743 unit. Peningkatan volume kendaraan masuk mencapai 5,65 persen dibandingkan hari sebelumnya, setara dengan penambahan sekitar 24.292 unit. Sementara itu, kendaraan keluar mengalami peningkatan sebesar 4,24 persen.
- Tol Cipularang: Total kendaraan masuk dan keluar mencapai 54.759 dan 52.456 unit, dengan peningkatan keseluruhan sebesar 20,65 persen dibandingkan hari sebelumnya. Khusus untuk kendaraan masuk, peningkatan mencapai 7,43 persen, menunjukkan bahwa lebih banyak pemudik yang menggunakan jalur ini untuk menuju wilayah timur Jawa Barat.
- Tol Padaleunyi: Volume kendaraan masuk mencapai 190.324 unit, dengan peningkatan sebesar 4,6 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, kendaraan keluar mencapai 202.852 unit, naik 6,94 persen, menandakan bahwa arus mudik juga terlihat dari arah luar Bandung menuju wilayah lain.
Data Penumpang di Berbagai Moda Transportasi
Selain volume kendaraan, Dishub juga mencatat data penumpang di berbagai moda transportasi, dengan hasil yang beragam:
- Terminal Penumpang:
- Terminal Tipe A: Jumlah penumpang mencapai 20.633 orang pada 13 Maret 2026, naik 2.990 orang atau 16,95 persen dibandingkan hari sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan bahwa banyak pemudik yang memilih menggunakan bus sebagai moda transportasi utama.
- Terminal Tipe B: Total penumpang mencapai 9.511 orang, dengan peningkatan kecil sebesar 1,5 persen atau 71 orang dari hari sebelumnya, menunjukkan bahwa penggunaan terminal tipe B relatif stabil dibandingkan terminal tipe A.
- Kereta Api:
- Kereta Api Jarak Jauh DAOP I: Jumlah penumpang mencapai 25.819 orang, naik 2.884 orang atau 12,57 persen dibandingkan hari sebelumnya.
- Kereta Api Komuter DAOP I: Alami penurunan sebesar 8,83 persen, dengan total penumpang 543.500 orang, kemungkinan disebabkan oleh perubahan jadwal atau preferensi pemudik yang memilih kereta jarak jauh dibandingkan komuter.
- Kereta Api Jarak Jauh DAOP II: Mencatat peningkatan paling signifikan di antara semua kategori, mencapai 28,86 persen dengan total penumpang 25.287 orang, bertambah 5.664 orang dari hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan kereta api jarak jauh untuk wilayah DAOP II meningkat drastis jelang mudik Lebaran.
- Bandara:
- Bandar Udara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran: Alami penurunan penumpang sebesar 23,53 persen, dengan total 26 orang selama periode tersebut.
- Bandar Husein Sastranegara di Kota Bandung: Mencatat 44 penumpang, tanpa adanya penerbangan pada hari sebelumnya.
- Bandar BIJB Kertajati: Tidak ada penerbangan yang beroperasi selama periode yang diamati.
- ASDP: Alami penurunan penumpang sebesar 40,66 persen dibandingkan hari sebelumnya, yang mungkin disebabkan oleh preferensi pemudik terhadap moda transportasi darat yang lebih fleksibel dan tidak tergantung pada jadwal tetap.
Analisis Keseluruhan dan Implikasi
Dhani Gumelar menegaskan bahwa peningkatan volume kendaraan dan penumpang ini menandai dimulainya puncak arus mudik Lebaran 2026 secara bertahap, namun tetap terkendali. Pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, seperti peningkatan patroli di jalur utama, penanganan darurat, dan informasi lalu lintas real-time untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik.
Meskipun beberapa kendala kecil terjadi di beberapa titik, kondisi arus mudik di Jawa Barat secara umum masih dalam batas yang wajar. Namun, Dishub mengimbau kepada semua pemudik untuk memeriksa kondisi lalu lintas sebelum berangkat, mengikuti peraturan lalu lintas, dan membawa perlengkapan darurat untuk menghindari masalah di tengah perjalanan.