Jembatan Gantung Putus di Sukabumi: 5 Warga Termasuk Balita Terjatuh
Insiden jembatan gantung putus di Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan 5 warga termasuk balita terjatuh ke Sungai Cibugel. Semua korban selamat dengan luka ringan dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Tegalbuleud.

Insiden Jembatan Gantung Ambruk di Sukabumi
Sebuah jembatan gantung di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (2/4/2026) pagi, menyebabkan lima warga termasuk seorang balita terjatuh ke Sungai Cibugel. Insiden terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, saat sejumlah sepeda motor melintas di atas struktur jembatan.
Detail Insiden dan Proses Evakuasi
Menurut keterangan Noris, petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud dari BPBD Sukabumi, pada saat kejadian ada lima sepeda motor yang melintas. Jembatan tiba-tiba miring ke arah kanan setelah tali seling penopang atas putus, diduga tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas sekaligus.
"Pada saat warga melintas, tiba-tiba jembatan ambruk dan miring ke arah kanan akibat tali seling penopang atas putus, diduga tidak kuat menahan beban," ujarnya dalam laporan tertulis.
Satu sepeda motor beserta pengendaranya jatuh ke sungai, sementara empat motor lainnya tersangkut di atas jembatan yang sebagian runtuh. Lima korban yang terdampak adalah Dera (30 tahun), Sumarni (27 tahun), Dinda (5 tahun, balita), Tutang (42 tahun), dan Fitri (35 tahun). Warga sekitar segera bergerak melakukan evakuasi menggunakan perahu sederhana. Semua korban yang terjatuh ke sungai berhasil diselamatkan dan dibawa ke Puskesmas Tegalbuleud untuk perawatan. Noris menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, seluruh korban hanya mengalami luka ringan seperti lecet akibat terjatuh.
Dugaan Penyebab dan Spesifikasi Jembatan
Berdasarkan assesment awal, ambruknya jembatan gantung ini disebabkan oleh ketidakmampuan tali penopang bagian atas menahan beban gabungan dari lima sepeda motor yang melintas sekaligus. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 120 sentimeter, dan membentang di atas Sungai Cibugel untuk menghubungkan Kampung Lingkungsari dan Kampung Cisalak. Jembatan semacam ini biasanya digunakan untuk mobilitas warga pedesaan yang tidak memiliki akses jembatan permanen, sehingga beban yang dapat ditampung biasanya terbatas. Peningkatan beban akibat beberapa kendaraan melintas sekaligus dapat menyebabkan tegangan berlebih pada tali penopang, yang akhirnya menyebabkan putusnya struktur penyangga.
Tindakan Pasca Insiden
Setelah insiden, petugas BPBD dan aparat setempat segera melakukan penanganan. Akses ke jembatan ditutup sementara untuk mencegah insiden serupa. Warga diimbau untuk tidak melintas melalui jembatan sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Untuk menunjang mobilitas sehari-hari warga setempat, aktivitas penyeberangan dialihkan menggunakan perahu milik warga setempat guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.