Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jemaah Haji Kloter KJT 02 Bandung Akan Tiba di Kertajati 3 Juni 2026

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Jemaah haji kloter KJT 02 asal Bandung akan tiba di Bandara Kertajati pada 3 Juni 2026. Petugas menyambut mereka, jemaah dibubarkan di bandara tanpa asrama, lalu dijemput ke Kota Bandung.

Jemaah Haji Kloter KJT 02 Bandung Akan Tiba di Kertajati 3 Juni 2026

Kota Bandung — Rombongan jemaah haji asal Kota Bandung yang tergabung dalam Kloter KJT 02 akan resmi kembali ke Tanah Air pada tanggal 3 Juni 2026. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bandung, Andy Mohammad Arief, mengkonfirmasi bahwa kloter pertama ini akan mendarat di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, tepat pukul 08.00 WIB.

Prosedur Penyambutan Khusus untuk Kloter KJT 02

Andy menjelaskan bahwa tahun ini, jemaah haji kloter KJT 02 tidak akan melewati tahap menginap di asrama haji, seperti beberapa kloter sebelumnya. Sebaliknya, mereka akan langsung dibubarkan di Bandara Kertajati setelah tiba.

“Jadi petugas PPIH daerah kami nanti akan menjemput langsung ke bandara. Sesuai hasil rapat dengan Kanwil, khusus embarkasi Kertajati jemaah akan bubar di bandara, tidak masuk asrama lagi,” kata Andy.

Setelah mendarat, jemaah akan diarahkan ke ruang tunggu lounge untuk beristirahat sambil menunggu proses pengambilan koper dan barang bawaan selesai. Setelah seluruh proses administrasi dan pengambilan barang selesai, bus penjemput dari masing-masing daerah akan diperbolehkan masuk ke bandara untuk membawa jemaah kembali ke Kota Bandung.

Pihak penyelenggara juga mengimbau agar keluarga jemaah tidak datang langsung ke Bandara Kertajati untuk menjemput. Penjemputan harus dilakukan di titik kepulangan yang telah ditentukan di Kota Bandung.

“Kalau keluarga tetap di Bandung menjemputnya. Jadi tidak diperkenankan jemaah keluar dari rangkaian rombongan,” ujar Andy.

Andy juga menegaskan bahwa tahun ini tidak akan ada seremoni khusus dalam penyambutan kepulangan jemaah haji. Alasan utamanya adalah kondisi jemaah yang baru selesai menjalani perjalanan ibadah yang panjang dan melelahkan di Tanah Suci.

“Ketika jamaah turun dari pesawat langsung diterima masuk ke ruang tunggu, disiapkan snack dan minum sambil menunggu koper selesai,” katanya.

Beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga mengajukan permintaan agar jemaah dipulangkan langsung ke lokasi KBIHU masing-masing.

“Ada yang kembali ke KBIHU sesuai permohonan dari KBIHU masing-masing,” ungkap Andy.

Setelah seluruh proses selesai, jemaah akan langsung diberangkatkan menuju titik kepulangan masing-masing, sesuai dengan permintaan dari masing-masing KBIHU.

Kondisi Kesehatan Seluruh Jemaah Haji Bandung

Sampai saat ini, Andy memastikan bahwa seluruh jemaah haji asal Kota Bandung, dari kloter pertama sampai terakhir, berada dalam kondisi sehat walafiat. Tidak ada laporan mengenai jemaah yang meninggal dunia maupun yang harus dirawat di rumah sakit di Tanah Suci.

“Alhamdulillah secara keseluruhan jemaah haji Kota Bandung dari kloter pertama sampai terakhir dalam keadaan sehat walafiat,” katanya.

Pemantauan kondisi jemaah dilakukan secara terus-menerus oleh petugas di lapangan. Saat ini, seluruh jemaah juga sudah kembali ke Makkah setelah menyelesaikan puncak rangkaian ibadah haji. Andy menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi jemaah hingga saat mereka tiba di Indonesia.

Selain pemantauan di Tanah Suci, Andy mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan melakukan pemantauan kesehatan selama beberapa hari setelah jemaah tiba di Indonesia. Pemantauan ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung, termasuk melalui aplikasi khusus yang disediakan oleh instansi tersebut.

“Nanti ada pemantauan kesehatan melalui aplikasi dari pihak Dinas Kesehatan Kota Bandung,” ujar Andy.

Harapan dan Pesan untuk Jemaah Haji

Andy mengungkapkan harapannya agar seluruh jemaah haji dapat kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan prima hingga akhir periode pemulangan. Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai ibadah haji, seperti rasa syukur, persaudaraan, dan kepedulian sesama, tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke Tanah Air.

“Untuk menjaga kemabruran hajinya diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari bersama masyarakat,” katanya.

Selain itu, Andy menegaskan bahwa komitmen pemantauan kesehatan jemaah tidak akan berhenti setelah mereka tiba di bandara. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan perawatan yang dibutuhkan jika ada keluhan kesehatan setelah perjalanan panjang.