Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jemaah Haji 67 Tahun Asal Tasikmalaya Wafat di Mekah Usai Rukun Haji

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Kabar duka melanda Tasikmalaya: Jemaah haji 67 tahun Mamat Herwandi wafat di Mekah usai menunaikan rukun haji. Pihak Kemenhaj dan pemerintah daerah menyampaikan belasungkawa.

Jemaah Haji 67 Tahun Asal Tasikmalaya Wafat di Mekah Usai Rukun Haji

Kabar Duka Jemaah Haji Tasikmalaya di Tanah Suci Mekah

Kab duka kembali melanda komunitas jemaah haji asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang jemaah haji berusia 67 tahun dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekah, tepat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji. Almarhum sempat menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di wilayah Mekah Al-Mukarramah.

Identitas dan Kelompok Keberangkatan Almarhum

Mamat Herwandi, warga Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, adalah almarhum yang menjadi korban duka kali ini. Ia tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) As Surur yang masuk dalam Kloter 20 KJT. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa, mengkonfirmasi bahwa Mamat Herwandi wafat pada Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 09.45 waktu Arab Saudi.

Penanganan Jenazah dan Informasi dari Kemenhaj

Dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat, 5 Juni 2026, Husna Mustopa menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kehilangan almarhum. Ia menjelaskan bahwa jenazah almarhum telah dimakamkan di pemakaman Tsuroyya, Mekah, sesuai dengan prosedur standar untuk jemaah haji yang meninggal di tanah suci.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, kami berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Mamat Herwandi. Beliau sempat mendapat perawatan karena sakit usai menunaikan rukun haji. Almarhum berangkat ke Tanah Suci didampingi oleh istrinya," ujar Husna Mustopa.

Husna juga menambahkan bahwa saat keberangkatan dari Embarkasi Indramayu, kondisi almarhum terpantau sehat. Namun, faktor usia yang sudah lanjut diduga memengaruhi kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat. Rangkaian ibadah haji meliputi beberapa aktivitas fisik yang intensif, seperti tawaf di Ka'bah, sa'i antara Safa dan Marwa, dan wukuf di Arafat, yang dapat memberikan beban signifikan bagi tubuh, terutama bagi jemaah yang sudah berusia lanjut.

Kondisi Keluarga di Tanah Suci dan di Tasikmalaya

Istri almarhum, yang saat ini masih berada di Tanah Suci bersama jemaah lainnya, dikabarkan dalam kondisi sehat dan menerima kepergian suaminya dengan ikhlas sebagai takdir Allah Swt. Di Kota Tasikmalaya, pihak keluarga segera menggelar doa bersama dan tahlilan untuk menunaikan kewajiban atas almarhum dan menghibur tamu yang datang berkunjung.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turut menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah daerah. Ia menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan untuk menghadapi duka cita.

"Kami mendoakan semoga almarhum husnul khotimah dan diterima amal ibadahnya. Kami juga berharap jemaah haji asal Tasikmalaya lainnya yang masih berada di Mekah senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran hingga kembali ke tanah air," kata Diky Candra.

Pihak pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan kantor Kemenhaj Tasikmalaya untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada keluarga almarhum, terutama dalam proses penanganan dokumen dan informasi terkait jenazah.

Informasi Tambahan dan Update Terkini

Bagi yang ingin mengetahui informasi terkait jadwal keberangkatan jemaah haji kloter lain, dapat mengakses update terbaru dari kantor Kemenhaj setempat. Salah satu informasi terbaru yang telah diumumkan adalah perubahan jadwal keberangkatan 445 jemaah haji Kloter 04 KJT Kota Tasikmalaya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perawatan kesehatan dan persiapan fisik bagi jemaah haji, terutama yang sudah berusia lanjut. Meskipun pemerintah dan lembaga keagamaan telah memberikan berbagai persiapan untuk menjamin kesehatan jemaah, faktor usia dan kondisi kesehatan pribadi tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.