Jejak Pesawat ATR PK-THT Sebelum Hilang Kontak: Rute Bandung-Semarang-Yogya
Pesawat ATR 400 PK-THT rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan. Ini adalah jejak perjalanan pesawat yang misterius dan upaya Basarnas mengerahkan 60 personel untuk mencari 8 kru serta 3 penumpang.

Kronologi Misteri Hilangnya Pesawat ATR PK-THT: Melacak Jejak Menuju Makassar
Bandung, Indonesia - Sebuah insiden mengejutkan dunia penerbangan nasional. Pesawat jenis ATR 400 dengan nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport yang dijadwalkan terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dilaporkan hilang kontak. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Sabtu (17/1), di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR.
Jejak Perjalanan PK-THT Sebelum Insiden
Menilik data penerbangan dari situs pemantau global, FlightRadar24, pesawat PK-THT tercatat telah melakukan dua penerbangan domestik sehari sebelumnya. Ini adalah rangkaian perjalanan yang penting untuk ditelusuri demi memahami kronologi hilangnya pesawat tersebut:
- Jumat, 16 Januari: Pesawat lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju Bandara Ahmad Yani, Semarang.
- Jumat, 16 Januari (lanjutan): Setelah transit singkat di Semarang, PK-THT kembali mengudara menuju Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
Pada hari Sabtu, 17 Januari, sekitar pukul 13.17 WITA, adalah saat terakhir pesawat dilaporkan melakukan kontak. Sebelum mengalaminya, pesawat dalam perjalanan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju destinasi akhirnya, Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Titik Hilang Kontak dan Upaya Pencarian
Lokasi terakhir pesawat terdeteksi berada di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan koordinat presisi 04°57’08” LS-119°42’54” BT. Informasi ini menjadi titik pijak bagi tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam melancarkan operasi pencarian.
"Kami telah menuju lokasi titik koordinat yang berada di sekitar daerah Leang-Leang sesuai koordinat yang dilaporkan AirNav kepada kami," ujar Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar. Pernyataan ini menegaskan keseriusan dan kecepatan respons Basarnas dalam menanggapi situasi darurat ini.
Untuk memaksimalkan upaya pencarian dan penyelamatan pesawat yang mengangkut 8 kru dan 3 penumpang ini, Basarnas mengerahkan total 60 personel gabungan dari Basarnas dan potensi SAR lainnya. Strategi pengerahan tim dilakukan secara bertahap:
- Tim Pertama: Beranggotakan 5 personel dikirim untuk melakukan asesmen awal di lokasi.
- Tim Kedua: Terdiri dari 15 personel diberangkatkan untuk mendukung operasi.
- Tim Ketiga: Sebanyak 40 personel tambahan, bersama potensi SAR, akan segera menyusul untuk memperkuat pencarian.
Insiden ini menambah daftar panjang misteri dalam sejarah penerbangan, menyoroti pentingnya sistem pemantauan yang canggih dan koordinasi tim penyelamat yang efektif. Publik menanti informasi terkini seraya berharap ada kabar baik dari operasi pencarian yang sedang berlangsung. Perkembangan selanjutnya akan terus kami pantau dan sampaikan.
Pelajari lebih lanjut tentang prosedur pencarian dan penyelamatan pesawat hilang