Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Jawa Barat Turunkan 40.573 Petugas dalam Sensus Ekonomi 2026, AI dan Pertanian Jadi Sorotan

KDM · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Jawa Barat gelar Sensus Ekonomi 2026 dengan 40.573 petugas dan teknologi AI untuk peta ekonomi akurat dari rumah tangga hingga pelaku usaha.

Jawa Barat Turunkan 40.573 Petugas dalam Sensus Ekonomi 2026, AI dan Pertanian Jadi Sorotan

Kontribusi Ekonomi Jawa Barat yang Tak Bisa Diabaikan

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu penggerak utama roda perekonomian nasional. Dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai hampir 13 persen pada triwulan I-2026, provinsi ini menduduki posisi ketiga tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan ekonominya yang stabil di angka 5,79% (yoy) menunjukkan potensi besar yang terus berkembang.

Di tengah kebutuhan mendesak akan data ekonomi yang akurat dan mutakhir, Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir sebagai solusi strategis. Pendataan secara door to door resmi dimulai pada 15 Juni dan berlangsung hingga 31 Agustus di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: KDM Minta Wali Kota Tasikmalaya Sanksi Nakes yang Hina Pasien JKN BPJS

"Dari data itu sebenarnya, kita bisa mendiagnosa diri kita. Apa penyakit kita, kemudian dari penyakit itu pasti nanti ada solusinya," tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Skala Luas Pendataan di Bumi Priest

Dalam upaya memotret gambaran utuh struktur ekonomi daerah, Badan Pusat Statistik (BPS) menerjunkan 40.573 petugas untuk melakukan pendataan di 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Angka ini menjadikannya salah satu provinsi dengan jumlah petugas terbesar di Indonesia, dari total nasional yang mencapai 251.000 orang.

Baca Juga: 178 Pekerja PT Namnam Fashion Industries Cimahi Kena PHK, Dedi Mulyadi Imbau Pindah ke Industri Baru

Puncak pencanangan SE2026 di Jawa Barat ditandai secara khusus oleh kunjungan Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, pada Minggu (21/6). Acara berlangsung di Kediaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Desa Wisata Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, yang dikenal sebagai kawasan wisata berbasis budaya dan pertanian.

Empat Inovasi Utama SE2026 yang Belum Pernah Ada

Dalam kesempatan tersebut, Sonny menyampaikan empat pembaruan signifikan pada sensus kali ini:

"Baru pertama kali ini sensus ekonomi mendata dua, mendata pelaku usaha dan rumah. Makanya nanti semua rumah akan ditempel stiker, semua pelaku usaha akan ditempel stiker," jelas Sonny.

Komitmen Kolektif untuk Data Berkualitas

Untuk menjamin keberhasilan pendataan, Sonny memperkenalkan prinsip "TIR" kepada seluruh masyarakat:

Semangat kolaboratif ditunjukkan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gubernur, Kepala BPS Provinsi, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Jawa Barat. Sebagai bentuk nyata dukungan, Gubernur Dedi Mulyadi menjadi salah satu responden pertama yang menjalani wawancara pendataan secara langsung oleh petugas BPS Kabupaten Subang.

Signifikansi Data bagi Kebijakan Pembangunan

Keberhasilan SE2026 diyakini akan memberikan manfaat nyata bagi pemda. Data yang diperoleh dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pembangunan yang lebih tepat sasaran tanpa harus mengeluarkan anggaran APBD.

Menurut Sonny, sensus ekonomi memiliki kompleksitas lebih tinggi dibandingkan sensus penduduk maupun sensus pertanian. Dengan demikian, dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi faktor krusial dalam memastikan tidak ada unit yang terlewat, sehingga data yang dikumpulkan benar-benar lengkap, akurat, dan berkualitas.

Sebelum pencanangan, Sonny juga meninjau langsung proses pendataan di Rumah Makan Dewi Air, Kabupaten Karawang, untuk memastikan standar operasional pendataan berjalan sesuai prosedur.

Masa Depan

Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci keberhasilan SE2026. Dengan data yang komprehensif, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan pembangunan berbasis bukti yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat ke level yang lebih tinggi.

Provinsi dengan hampir 50 juta penduduk ini kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam potret ekonomi nasional yang lebih detail, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.