Jawa Barat Sabet Juara Umum Ormas MKGR Open Padel 2026 dan Jadi Tuan Rumah Tahun Depan
Jawa Barat berhak jadi tuan rumah turnamen MKGR Open Padel 2027 setelah meraih juara umum pada edisi 2026 di Jakarta. Para juara mendonasikan uang pembiayaan mereka untuk korban gempa Flores NTT.

Jawa Barat memastikan diri menjadi tuan rumah turnamen Ormas MKGR Open Padel 2027. Kepastian itu announced oleh Ketua Umum DPP MKGR Wihaji seusai menutup rangkaian turnamen di Aera Padel Halim, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).
Dasarnya sederhana. Kontingen Jawa Barat sukses meraih predikat juara umum dalam turnamen yang berlangsung selama dua hari itu. Mereka membawa pulang gelar di kategori Mix doubles dan Men's doubles.
"Insya Allah tahun depan tuan rumahnya tidak di Jakarta. Karena Jawa Barat juara umum, maka tahun depan kita putuskan piala bergilirnya menggelar di Jawa Barat," tegas Wihaji.
Baca Juga: Kepala Desa Bao Umbara Pakai Jumat Keliling di Empat Masjid untuk Dengar Langsung Suara Warga
Bagi komunitas padel di Bandung Raya dan Jawa Barat, gelar juara ini bukan sekadar piala. Keberhasilan atlet-atletnya meloloskan diri dari kompetisi nasional membuka celah untuk regenerasi pemain dan ekspansi fasilitas olahraga padel di daerah.
Sebelum menutup acara, Wihaji menyampaikan apresiasi atas semangat sportivitas seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa olahraga padel mengutamakan kerja sama tim. Dua orang dalam satu tim harus bergerak serempak, berkomunikasi tanpa kata, dan saling mengisi kelemahan satu sama lain.
"Semangatnya adalah kolaborasi, persatuan, dan gotong royong. Seperti main padel tadi, ada kerja sama dua belah pihak, saling bahu-membahu untuk menghasilkan permainan yang bagus," katanya.
Baca Juga: Ombak di Pantai Pangandaran Berangsur Reda Seusai Nelayan Tewas Terbalik
Di luar suasana kompetisi, para juara kategori Mix doubles dan Men's doubles mendonasikan seluruh uang pembiayaan yang mereka terima untuk korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyerahan secara simbolis dilakukan Sekretaris MKGR Daniel Muttaqien kepada pengurus MKGR NTT.
"Saya berharap mulai besok Ormas MKGR di wilayah tersebut bisa bergerak bahu-membahu membantu masyarakat yang terdampak di NTT," tutur Wihaji.
Turnamen ini turut menarik perhatian generasi muda dan Gen Z yang selama ini jarang menemukan ruang berekspresi di organisasi tradisional. Wihaji mendorong MKGR untuk terus bertransformasi dengan menghadirkan kegiatan olahraga kerakyatan lainnya seperti lari dan sepak bola plastik di berbagai daerah ke depan.